Kepri

BTKLPP Batam Kembali Kumpulkan Sampel yang Terindikasi Kriteria Varian Terbaru

Kepala BTKLPP Batam Budi Santosa

batampos.id– Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam kembali mengumpulkan dan sortir seluruh sampel-sampel pemeriksaan Covid-19 yang masuk. Ini adalah upaya untuk meminimalisir penyebaran varian terbaru Covid-19 di Batam dan Kepri pada umumnya.

BACA JUGA: Varian Alpha dan Delta Mengganas di Kepri

Sebelumnya BTKLPP telah melakukan upaya serupa. Total ada 474 sampel yang dikirim ke Litbangkes demi memastikan ada atau tidaknya varian terbaru di Kepri dan hasilnya ditemukan dua terkonfirmasi terpapar varian terbaru yakni, Delta di Batam dan Alpha di Tanjungpinang. Temuan dua varian terbaru ini tentu menjadi PR tersendiri bagi semua tim yang bertugas untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini. BTKLPP sendiri berupaya kembali mengumpul dan menyortir semua sampel yang masuk agar dikirim dan diperiksa oleh Litbangkes.

Advertisementjudul gambar

Sampel yang disortir ini adalah sampel yang kriterianya masuk dalam indikasi varian terbaru Covid-19. Beberapa diantaranya adalah sampel orang-orang yang pernah kontak atau berhubungan dengan dua pemilik sampel yang terkonformasi positif varian Delta dan Alpha tadi.

“Ya itu tadi upaya dari kita ya kumpulkan dan kirimkan sampel yang masuk kriteria (terindikasi varian terbaru). Sementara masih dari (sampel) orang-orang yang pernah kontak dengan dua orang tadi. Satu orang (pasien Covid-19 varian terbaru) tracing-nya sampai 30 orang. Nah yang positif varian terbaru ada dua orang, berarti sedikitnya ada 60 sampel (hasil tracing) yang harus kita kumpulkan lagi,” ujar Kepala BTKLPP Batam Budi Santosa.

Untuk dua pasien Covid-19 varian terbaru tadi, sebut Budi, saat ini sudah dalam keadaan sehat. Mereka telah dinyatakan sembuh namun mengingat cepatnya penyebaran dua varian terbaru ini, maka perlu adanya tracing atau upaya pencegahan lainnya agar tidak menyebar. “Karena penyebaran varian terbaru ini relatif lebih mudah dan cepat, maka perlu upaya antisipasi dari semua pihak. Masyarakat juga harus tetap setia dengan aturan protokol kesehatan yang ada,” katanya. (*)

Reporter: Eusebius Sara
editor: tunggul