Feature

Dari Kaki sampai Kepala Terasa Kesetrum

Terapi Energi Cahaya, Pengobatan Alternatif Tenaga Dalam (1)


Ishak Masruhi, ahli pengobatan alternatif tenaga dalam.(Socrates/Batam Pos)

Tangan Ishak Masruhi mengandung listrik. Pasien yang datang berobat, awalnya kaget dan terheran-heran. Rasanya, seperti kesetrum listrik tegangan rendah, saat disentuhnya. Ia menyebut pengobatannya, rawatan terapi transfer energi cahaya Nur Syifa. Bagaimana kisahnya?

Laporan: SOCRATES
Editor: MOHAMMAD TAHANG

PASIEN datang dengan berbagai keluhan. Mulai dari stroke, lumpuh, saraf kejepit, kanker, darah tinggi, gagal ginjal, dan jantung tersumbat. “Wah, rasanya seperti kesetrum,” kata seorang pegawai bank, yang baru mencoba terapi ini. Tubuhnya terasa ringan dan enak, setelah menjalani terapi.

Advertisementjudul gambar

Sejak kecil, Ishak sering disuruh mengurut nenek dan ustaznya di pesantren Asyifa, Subang, Jawa Barat. Ditinggal sang ayah selamanya sejak usia 2 tahun, Ishak tekun belajar sebagai santri. Tidak hanya belajar ilmu agama, Ishak juga belajar ilmu kebatinan dan tenaga dalam. “Ayah saya kyai dan banyak kemampuan. Pulang pengajian tengah malam, meski semua pintu rumah dikunci, eh tahu-tahu sudah di dalam rumah,” kenangnya.

Setelah belajar ilmu bela diri, latihan fisik dan pernapasan, baru pada usia 17 tahun, Ishak menyadari, ada energi listrik dalam tubuhnya yang bisa digunakan untuk membantu orang lain menyembuhkan penyakit. “Saya mencari guru kebatinan, saya fokus pada pengobatan dan belajar doa-doa dari guru saya. Jadi, kekuatan fisik dan batiniah serta doa, saya dites guru saya. Ilmu akan beku, kalau tidak belajar dengan guru,” kisahnya.

Latihan bela diri dan tenaga dalam, dilakoni Ishak sampai remaja. Ia tersentak kaget, saat sang guru mengetes energi listrik di tubuhnya. “Saya disuruh berbaring, lalu guru saya memegang tangan saya. Tapi, beliau tidak bilang apa-apa. Rasanya seperti tersengat listrik. Saya kaget dan istigfar. Saya latihan menerima energi listrik dalam tubuh saya dan mengendalikannya,” cerita Ishak Masruhi.

Ishak tak habis pikir, kenapa sang guru memiliki energi listrik di tubuhnya. Ia penasaran. Melalui latihan fisik, berpuasa dan menghapal doa-doa untuk mengasah mata batinnya, Ishak terus mengasah kemampuannya.

“Energi listrik dari guru saya terasa sangat kuat. Bagaimana cara mendapatkan dan mengendalikannya?” kata Ishak dan menceritakan pengalamannya dan memutuskan terus memperdalam kemampuannya dengan cara latihan fisik, berpuasa dan membaca doa.

Ishak lalu mencontohkan, saat memegang tangan saya dengan lembut, aliran listrik terasa mengalir pelan seperti voltase rendah. Tapi, otot dan syaraf terasa bergerak. Saat saya memegang tangannya, tidak terasa apa-apa. Itu bedanya.

Begitu juga ketika Ishak memegang tangan saya, lalu seorang temannya disuruh memegang tangan saya, temannya tidak merasakan energi listrik. Tapi, ketika Ishak memegang langsung tangan temannya, lelaki itu langsung tersentak seperti kesetrum.

Energi listrik di tubuhnya dikendalikan dengan teknik pernapasan dan gerakan tangan yang lemah lembut ke tubuh pasien. Ishak memantapkan hati, dengan kemampuannya, energi listrik yang disebutnya Nur Syifa, bisa disalurkan ke orang lain untuk mengobati berbagai penyakit. “Yang harus dijaga, tidak berzina dan membunuh karena kita bisa jebol dan energi listrik kita tidak stabil lagi,” ujarnya.

Secara alami, kata Ishak, orang lain juga punya energi listrik. Gosoklah keras-keras kedua telapak tangan. Terasa panas. Pernah kejadian, saat Ishak memegang troli dan berpapasan dengan orang lain, saat troli mereka bersentuhan, keduanya sama-sama kaget. “Saya kaget, tapi orang itu takut, seperti kesetrum,” kata Ishak, tertawa.

Ishak mengaku, tidak tahu berapa kapasitas atau voltase energi listrik di dalam tubuhnya. “Pernah saya pakai tespen, tapi tespen tidak menyala. Ini kan bukan listrik biasa,” tukasnya. Ia mengaku tetap kaget kalau kesetrum listrik sungguhan dari PLN.

Menurut Ishak, terapi listrik yang dilakoninya sangat bermanfaat untuk memperbaiki sistem saraf. Saat tangannya menyentuh pasien, dari jari kaki, tumit, paha, punggung, pundak sampai ke kepala, terasa aliran listrik dialirkan. Otot-otot, tangan, kaki dan leher, bergerak sendiri.

“Terapi ini bermanfaat untuk saraf tersumbat dan terjepit, stroke, gagal ginjal, dan pembuluh darah. Bisa mengeluarkan energi negatif dalam tubuh dan memasukkan energi positif ke tubuh orang lain, atau pasien,” papar Ishak.

Bagaimana penjelasan soal kemampuan Ishak mentransfer energi listrik ini? Secara nalar, listrik yang terdapat pada tubuh makhluk hidup disebut biolistrik. Bedanya dengan listrik yang berasal dari elektron seperti baterai, listrik dalam tubuh manusia berasal dari ion positif dan negatif. Ion negatif berasal dari Cl- dan ion positif dari Ca2+ dan Na2+

Biolistrik yang dimiliki setiap manusia bersumber dari adenosine triposphate (ATP) yang dihasilkan oleh mitokondria melalui proses respirasi sel. Sel-sel mampu menghasilkan potensial listrik yang merupakan lapisan muatan positif pada permukaan luar dan lapisan muatan negatif pada permukaan dalam bidang batas atau membran. Jika diibaratkan, lapisan muatan positif dan lapisan muatan negatif ini sama seperti katoda dan anoda dalam baterai.

Adakah hubungannya, terapi energi listrik Ishak Masruhi ini dengan Chi Kung, yang dikenal dalam pengobatan Tiongkok kuno yang dipelajarinya dengan menggunakan latihan pernapasan dan tenaga dalam? (bersambung)