Nasional

Sidang Penadah Besi Scrap Kembali Digelar, 10 Saksi Dihadirkan JPU

Terdakwa kasus perkara penadahan, penerbitan dan pencetakan besi scrab Usman alias Abi dan Umar. (Eggi Idriansyah/Batam Pos)

batampos.id – Sidang kasus penadah besi scrap dengan terdakwa Usman alias Abi, Umar dan Sunardi alias Nardi kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (19/7/2021).

Sidang yang dimulai jelang siang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wahyu Oktaviandi dan Karya So Immanuel Gort menghadirkan 10 saksi, diantaranya empat supir dam truk, chif sekuriti dan saksi pemotong besi.

Di depan Ketua Majelis Hakim Sri Endang Amperawati Ningsih, didampingi Hakim Anggota Dwi Nuramanu, dan David P Sitorus terungkap bahwa ada empat truk besi potongan (besi scrap) diangkut dari kawasan Ecogreen Oleochemicals Tanjung Uncang ke PT Bielga Batuampar, meski surat jalannya (get pass) tujuannya ke PT Royal Standar Utama di Sekupang.

Advertisementjudul gambar

Dalam keterangan keempat saksi yang merupakan supir dum truk, pada tanggal 26 April 2019 mereka diminta oleh terdakwa Umar untuk mengangkut besi scrap dari PT Ecogreen Oleochemicals dan di lokasi mereka berjumpa dengan terdakwa Sunardi.

“Sesuai surat jalan yang kami bawa, barang seharusnya diantar ke PT Royal Standar Utama, namun dalam perjalanan kami diarahkan ke PT Bielga,” ungkap Agus.

Dijelaskan juga mereka mengangkut barang dilengkapi dengan surat jalan, sehingga saat keluar dari pintu sekuriti mereka tidak mengalami kendala.

Saat ditanya manjelis hakim, surat jalan ke PT. Royal Standar Utama tapi barang diangkut ke ke PT Bieloga. “Kami tidak tau ibu. Waktu di lapangan, Sunardi memerintahkan kami membawa barang besi potongan ini ke PT Bieloga,” kata Agus lagi.

Begitu juga saat menjawab pertanyaan majelis apakah yang keberatan saat mereka membawa barng ke lokasi berbeda? “Tidak ada melarang kami membawa barang itu keluar,” kata para saksi.

Saksi juga menerangkan bahwa Sesampainya barang besi scrap sampai ke PT Bieloga, besi scrap langsung ditimbang.

Sementara itu, saksi Halawa menjelaskan bahwa benara ada mobil bermuatan besi scrap saat ia bertugas jaga. Dan saat itu ada yang datang, Minggu Sumarsono yang mengatakan mau kedalam untuk menjumpai Dedi Supriadi. Karena besi scrap milik klienya diambil.

“Minggu Sumarsono mengaku sebagai kuasa hukum Ahok. Saya tidak memberikan dia masuk, kemudian saya menghubungi Dedy Supriadi. Mereka berbicara di samping pos security. Apa pembicaraan mereka saya tidak tau,” ujar saksi Halawa yang tak lain adalah Chif sekuriti di PT Ecogreen.

Masih seputar saksi, karyawan terdakwa Usman menerangkan dalam persidangan, bahwa dirinya hanya karyawan Freeland. Dia disuruh Usman untuk mentransfer uang ke rekening Dedy Supriadi sebesar Rp440 juta.

Saksi Dedy Supriadi menjelaskan, bahwa ia bekerja sebagai pemotong scrap crane noell. Dan menjual besi scrap hasil potonganya. Besi Scrap ia jual atas perintah pak Jasa, dan buktinya ada sms dan telpon Saw Tun dengan pak Jasa.

“Besi scrap saya jual ke PT. Royal Standar Utama, karena ada kesepakatan dengan Saw Tun dan Sunardi. Mereka udah sepakat menjual. Dan pak Jasa sendiri berkali-kali menelpon saya. Dan hubungan saya dengan pak Jasa adalah saya sebagai kontraktornya pak Jasa,” ujara Dedy di persidangan.

Terkait dengan uang sebsar Rp440 juta, Dedy Supriadi menjawab, uang ditransfer oleh Usman. “Ada saya terima uang Rp440 juta dari Usman,” kata Dedy.

Usai mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU, para terdakwa membenarkan keterangan saksi. Ketua majelis hakim menutup sidang dan akan dilanjutkan pada sidang berikutnya. (*)

REPORTER: EGGI IDRIANSYAH
Editor: Jamil Qasim