Sport

Sudah Sampai Tokyo, Eh Disuruh Pulang

Enam perenang Polandia terpaksa kembali pulang ke negaranya lantaran kesalahan pemaknaan aturan oleh federasi renang Polandia. (F. Sport Bible)

batampos.id – Sudah bertahun-tahun latihan. Sudah lima tahun fokus mempersiapkan diri untuk bertarung di Olimpiade. Eh, sudah sampai Tokyo disuruh pulang lagi.

Pahit sungguh pahit. Kisah pilu itu menimpa enam perenang Polandia yang batal tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Penyebabnya adalah kesalahan proses penilaian kualifikasi oleh pihak ketiga. Begitu tiba di Tokyo dua hari lalu, panitia melakukan verifikasi terhadap seluruh atlet renang yang mewakili Polandia. Sungguh di luar dugaan, enam perenang dinyatakan tidak lolos kualifikasi.

Setelah diusut, ternyata memang ada salah penafsiran atura kualifikasi oleh Federasi Renang Polandia (PZP). Dalam surat yang dikirimkan Federasi Renang Internasional (FINA) kepada PZP, disebutkan ada 17 perenang Polandia yang berhak tampil di Tokyo. Namun, PZP malah mengira ada 23.

Presiden PZP Pawel Slominski langsung meminta maaf secara terbuka kepada atlet mereka setelah kejadian ini. Namun, hal itu tetap tidak bisa mengurangi rasa kesal dan kecewa enam atlet yang gagal tampil di multievent olahraga terakbar sejagad tersebut.

BACA JUGA: Kasus Covid Olimpiade Jadi 71

Dari enam perenang yang gagal tampil tersebut, salah satunya adalah perenang senior Alicja Tchorz. Dia sudah pernah mewakili Polandia di Olimpiade 2012 dan 2016. Lima rekan Tchorz lainnya adalah Bartosz Piszczorowicz, Aleksandra Polanska, Mateusz Chowaniec, Dominika Kossakowska, dan Jan Holub.

“Kami benar-benar kecewa, sedih, dan pahit terkait status kualifikasi atlet kami di Olimpiade Tokyo,” ucap Slominski dilansir Reuters. “Hal seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi. Reaksi, emosi, dan serangan pada atlet kepada PZP juga dapat dimengerti dan dibenarkan,” tambah Slominski.

Slominski berjanji akan melakukan evaluasi besar-besaran di jajaran PZP yang dia pimpin. Itu untuk mencari tahu kenapa kesalahan seperti itu bisa terjadi.

“Kami akan menganalisa hingga mengetahui di titik mana kami gagal menyelesaikan formalitas verifikasi tersebut,” tambahnya. “Yang pasti, kesalahan itu terjadi karena keinginan besar agar bisa mengirim sebanyak-banyaknya atlet ke Olimpiade,” tukasnya.

Tchorz menumpahkan kekecewaannya panjang lebar melalui media sosial Facebook miliknya. Perenang 28 tahun itu mengatakan, dedikasi yang dia berikan untuk olahraga ini selama lima tahun terakhir untuk tampil Olimpiade berantakan hanya dalam enam hari sebelum ia semestinya bertanding.

“Aku sudah mengorbankan seluruh hidupku, keluarga, dan kehidupan pribadiku untuk persiapan tampil di Olimpiade. Tapi kini semuanya berantakan gara-gara ulah pihak ketiga yang tidak kompeten,” tulis Tchorz dilansir Newsweek.

Beberapa perenang Polandia kini memelopori gerakan menandatangani surat terbuka yang berisi tuntutan agar seluruh anggota PZP mundur dari jabatannya akibat kesalahan yang mereka buat tersebut.

“Kini, renang Polandia telah mendapat ekspos besar dari publik sebagai bahan tertawaan. Dan itu akan makin mencolok saat hari pertandingan tiba. Dengan ini kami mohon kepada Presiden PZP dan seluruh jajarannya agar segera mengundurkan diri,” tulis para atlet dalam surat terbuka tersebut. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung