Internasional

Turut Danai ISIS, Pengusaha Singapura ini Terancam Penjara 10 Tahun

batampos.id – Kejaksaan Singapura mendakwa 10 tahun penjara terhadap Mohamed Kazali Salleh,  karena terlibat pendanaan organisasi teroris internasional, ISIS. Pengusaha Singapura ini ditangkap di Malaysia, Desember 2018 lalu.

Kementerian Dalam Negeri Singapura menyebutkan, Kazali sempat bermukim di Malaysia. Sebulan setelah penangkapannya, Pemerintah Malaysia mendeportasinya. Sejak itu, dia ditahan otoritas Singapura dalam jangka waktu yang tak ditentukan dengan dasar UU Keamanan Negara alias Internal Security Act (ISA).

Menurut kejaksaan, Kazali menyerahkan uang 1.000 ringgit (Rp 3,4 juta) kepada Wan Mohd Aquil Wan Zainal Abidin di terminal bus Johor Bahru pada 2013.

Advertisementjudul gambar

Pria yang lebih dikenal sebagai Akel Zainal itu merupakan petinggi ISIS dari Malaysia yang juga otak di balik rencana teror ISIS di Malaysia pada 2019 lalu.

“Dia punya kedekatan dengan Akel Zainal. Kami percaya dia adalah petarung ISIS paling senior di Syria sebelum kematiannya pada Maret 2019,” tulis Kementerian Dalam Negeri Singapura melalui siaran pers yang dikutip Channel News Asia, Senin (19/7/2021).

Selain itu, Kazali dilaporkan ikut mengirim dana USD 351,75 dan RM 500 (Rp 1,2 juta) melalui Western Union dalam dua kesempatan. Menurut undang-undang di Singapura, individu yang menyediakan dukungan finansial, jasa, atau akomodasi untuk kepentingan terorisme mendapat ancaman penjara 10 tahun atau denda hingga SGD 500 ribu (Rp 5,3 miliar).

Kejaksaan pun meminta agar Kazali tidak diberi kelonggaran seperti jaminan bebas dari penjara. Saat ini, dia ditahan di sel karena dianggap berbahaya. Jika sudah mendapat hukuman, barulah dia dilepas dari status tahanan ISA dan menjalani hukumannya. Namun, selnya bakal dipisah karena otoritas khawatir Kazali menyebarkan pahamnya kepada narapidana lain.

Singapura termasuk negara yang tegas terhadap bahaya paham terorisme. (*)

Reporter: cha/jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak