Feature

Buka Dapur Umum, Beri Makan Pasien Isoman

Joko Yuhono, Kajari Tanjungpinang, Aktif Gagas Aksi Sosial

Kajari Tanjungpinang, Joko Yuhono (tengah/baju batik) berbaur dengan relawan PMI dan komunitas menyiapkan nasi kotak untuk dikirim ke pasien isoman, Jumat (16/7). (Peri Irawan/Batam Pos)

Joko Yuhono merupakan sosok jaksa yang punya banyak inisiatif. Hari-harinya tidak hanya dihabiskan untuk mengurus perkara, ia juga berkiprah di banyak kegiatan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.

Reporter: PERI IRAWAN
Editor: MOHAMMAD TAHANG

AKSI Sosial Peduli Covid-19 (ASPC) Tanjungpinang yang menyiapkan makanan untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, menarik perhatian sejumlah elemen masyarakat di Kota Tanjungpinang untuk ikut berbagi dan membantu di dapur umum yang didirikan di salah satu kedai kopi, di Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang.

Advertisementjudul gambar

ASPC digagas oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang, Joko Yuhono. Ia kemudian mengajak berbagai pihak untuk membuka posko dapur umum. Inisiatif Joko disambut positif beragam kalangan. Sejak Selasa (13/7) hingga Senin (19/7), sejumlah organisasi, komunitas, pengusaha, anggota legislatif hingga pemerintah daerah, datang menyumbang tenaga dan bantuan mulai dari bahan makanan, buah-buahan, hingga obat dan vitamin untuk pasien isoman.

Semangat orang nomor satu di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang ini hingga hari ketujuh kegiatan aksi tidak pernah kendor, di sela kesibukan menyelesaikan kasus dan perkara yang masuk. Pada hari kerja, Joko selalu menyempatkan diri untuk datang ke posko dapur umum di Warung Kopi W&W.

Bahkan di hari libur pun pria yang dulu pernah bergelut di dunia jurnalistik itu datang sendiri, tanpa didampingi ajudan untuk memberi semangat pada relawan ASPC atau bertemu dengan pihak yang akan memberikan bantuan.

Joko menjelaskan, ASPC terbentuk atas dasar kebersamaan dan respons terhadap kondisi masyarakat Tanjungpinang yang cukup banyak yang terpapar Covid-19 dan sebagian besar di antaranya menjalani isoman di rumah. Jika pemerintah membatasi pergerakan pasien isoman agar tidak menularkan kepada orang lain, konsekuensinya adalah harus ada pihak yang memberi makanan untuk pasien tersebut.

“Pikiran saya waktu itu kita harus bikin dapur umum,” kata Joko di Pokso Dapur Umum ASPC, Jumat (16/7).

Mantan Asisten Pembina Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten itu menyebutkan, saat ini jika hanya mengharapkan pemerintah memberikan dana untuk dapur umum sudah tidak mungkin. Menyiapkan makan dua kali sehari untuk pasien isoman dengan jumlah yang mendaftar mencapai 1.250 orang diperlukan biaya besar. Karena itu, Joko menggandeng sejumlah elemen untuk berpartisipasi.

Rencana membuat posko dapur umum itu terbilang cepat. Hanya dipersiapkan dalam waktu tiga hari. Ide untuk membantu pasien isoman muncul pada Sabtu (10/7). Sehari berikutnya, Minggu (11/7), Joko mengajak Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanjungpinang, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Ketua Komunitas Kedai Kopi untuk membahas ide yang dimilikinya.

“Setelah saya kemukakan ide-ide itu, Alhamdulillah disetujui,” ujar Joko.

Alasannya mengajak Pemilik Warung Kopi W&W, Bowo, untuk mengelola dapur umum karena yang bersangkutan berpengalaman memiliki warung dan didukung oleh tempat yang memadai untuk dibangun sebuah dapur umum, tidak ada halangan selama persiapan.

“Jalannya lancar, Allah SWT memberi jalan yang mudah karena niat tulus dan ikhlas membantu. Semua bisa berjalan lancar,” sebutnya.

Pria yang pernah dinobatkan sebagai Kajari Terbaik se-Kalimantan Barat (Kalbar) saat memimpin Kejari Ketapang itu, menceritakan bagi dia tidak penting jabatan yang dimiliki saat ini, yang lebih penting adalah bisa berbuat baik untuk masyarakat, terlebih pada masa pandemi yang berdampak pada semua masyarakat.

“Gak penting jabatan tinggi atau rendah ini, yang penting kehadiran saya bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya saat ikut menyusun kotak makanan di atas meja Warung Kopi W&W.

Hingga hari kelima, penggagas rumah murah DP Nol di Ketapang, pada 2017 lalu itu, menceritakan antusiasme masyarakat untuk membantu semakin meningkat. Tidak hanya donatur dari berbagai kalangan, jumlah pasien isoman yang mendaftar untuk diantarkan makanan juga terus bertambah. Di hari pertama hanya 250 orang, kini mencapai 1.250 orang. Jika PPKM darurat diperpanjang, menurutnya, jumlah yang membutuhkan makanan itu akan lebih banyak.

“Saya pikir titiknya sudah ketemu. Banyak donatur yang ingin menyumbang dan banyak pasien isoman yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)