Ekonomi & Bisnis

Jika PPKM Diperpanjang, Perusahaan Putus Karyawan Kontrak Dulu

ILUSTRASI: Seorang karyawan sedang memasukkan velg ke dalam ban di Hankook Masters, Velg Mobil, Lubukbaja Batam, Kamis 11 Maret 2021. Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Kebijakan pembatasan secara otomatis akan berdampak pada aktivitas ekonomi. Pengusaha mengaku pendapatan perusahaan yang berkurang akan mempengaruhi kinerja keuangan dalam pemberian upah atau gaji para karyawannya.

batampos.id – Pengusaha mengaku pendapatan perusahaan yang berkurang akan mempengaruhi kinerja keuangan dalam pemberian upah atau gaji para karyawannya. Keluhan ini disampaikan terkait kebijakan pembatasan secara otomatis akan berdampak pada aktivitas ekonomi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, selama ini pengusaha sudah berusaha untuk mempertahankan para karyawannya meski terdampak PPKM Darurat. Dia memperkirakan, jika kebijakan tersebut diberlakukan tidak sampai lebih dari sebulan badai PHK tidak akan terjadi.

Advertisementjudul gambar

Menurutnya, sejauh ini perusahaan hanya mengambil kebijakan merumahkan karyawan atau tidak memperpanjang pegawai kontrak. “Kalau lebih dari satu bulan jelas berdampak. Tapi kalau dilonggarkan di tanggal 25 nggak akan terjadi PHK massal,” ujarnya dalam konferensi pers virtual Apindo-Kadin, Rabu (21/7).

Namun dia mengaku, opsi PHK memang mulai dibahas antara para pengusaha kepada pekerjanya. “Perundingan ini terjadi di level perusahaan masing-masing, memang sudah ada pembicaraan,” ucapnya.

Sementara, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, para pengusaha tekstil kemungkinan tidak memperpanjang para pegawai kontrak bila PPKM terus diperpanjang. “Kalau terus diperpanjang kami akan kurangi, kami mulai memutus karyawan kontrak dulu,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pengamat: PPKM Darurat Ganti Istilah jadi Level 1-4, Tapi Aturannya Belum Jelas

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja yang menyebut, saat ini pegawai mal sudah mulai banyak yang dirumahkan. Sebab, operasional mal terpaksa berhenti operasi selama PPKM Darurat dilakukan.

Meskipun demikian, saat ini yang dirumahkan masih mendapatkan gaji penuh. Namun, jika diperpanjang lagi bisa saja gajinya mulai dipotong dan dibayarkan hanya sebagian.

Paling buruk, bila PPKM Darurat masih juga diperpanjang, maka karyawan mal akan di-PHK. “Tahapan ini sesuai berapa lamanya PPKM Darurat ini berlangsung,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung