Nasional

Kemenhan Datangkan Enam Pesawat dari Korsel

Perkuat Skadron Tempur di Lanud Iswahjudi

SUASANA penyambutan alutsista baru TNI AL berupa lima unit Helikopter AS 565 MBe dari PT Dirgantara Indonesia kepada Puspenerbal saat di Base Ops Puspenerbal TNI Angkatan Laut Sidoarjo, beberapa waktu lalu. Kini, Kemenhan juga mendatangkan enam pesawat dari Korea memperkuat Alutsista Indonesia. (F.Dipta Wahyu/Jawa Pos)

batampos.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali menjalin kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) melalui kesepakatan jual beli alat utama sistem persenjataan (alutsista). Kali ini Kemhan akan mendatangkan enam pesawat T-50 dari Negeri Gingseng tersebut.

T-50 bukan pesawat jenis baru bagi institusi militer tanah air. TNI AU sudah cukup lama menggunakan pesawat tersebut. Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah menyatakan bahwa Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Iswahjudi, Jawa Timur diperkuat pesawat buatan Korsel tersebut.

Indan menyatakan bahwa T-50 didatangkan Kemhan untuk menutup kebutuhan TNI AU. ”Menambah (pesawat T-50) yang sudah ada sebelumnya,” ungkap dia. Meski pesawat tersebut dibuat sebagai pesawat latih supersonik, namun berdasar informasi dari laman resmi milik TNI AU, T-50 buatan Korsel digunakan Angkatan Udara sebagai pesawat tempur.

Advertisementjudul gambar

Pesawat tersebut ditempatkan di Skadron Udara 15 Tempur. ”Dioperasikan di Skadron Udara 15 Wing 3 Lanud Iswahjudi,” imbuh Indan. Di sana T-50 bersanding dengan pesawat tempur buatan Amerika Serikat, F-16. Karena itu, dia menyatakan bahwa kesepakatan yang sudah dibuat Kemhan akan menambah kekuatan TNI AU, khususnya Skadron Udara 15 Tempur.

Selama memperkuat TNI AU, T-50 memang pernah pula mengalami insiden. Yang terakhir terjadi tahun lalu. T-50 tergelincir di Lanud Iswahjudi saat dipakai berlatih oleh penerbang TNI AU. Meski sudah mengonfirmasi kesepakatan jual beli alutsista tersebut, Indan belum bisa menyampaikan secara lebih terperinci mengenai pengadaan pesawat itu.

Menurut Indan, proses jual beli diurus oleh Kemhan. Karena itu, dia belum bisa menjelaskan terkait rencana kedatangan pesawat tersebut ke tanah air. ”Bisa ditanyakan ke Kemhan,” imbuhnya. Namun demikian, saat dikonfirmasi oleh Jawa Pos terkait dengan kesepakatan jual beli T-50, Juru Bicara Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak tidak merespons. Sampai berita ini dibuat kemarin malam, Dahnil juga belum menjawab pertanyaan Jawa Pos (Grup Batam Pos).

Belakangan, Kemhan memang cukup gencar mengurus kerja sama dengan beberapa negara. Termasuk diantaranya terkait pengadaan alutsista. Selain dengan Korsel, Kemhan juga tampak cukup yakin untuk mendatangkan pesawat tempur dari Perancis. Tidak hanya itu, mereka juga menjajaki pengadaan alutsista untuk TNI AL dan TNI AD. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim