Covid-19

MUI Minta Pendistribusian Daging Kurban Diperluas

Ormas dan Majelis Keagamaan Dukung Perpanjangan PPKM Darurat

Sekjen MUI Amirsyah Tambunan (tengah). (Dok/JawaPos.com)

batampos.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap masyarakat maupun lembaga amil zakat memperluas pendistribusian daging kurban. Sehingga bisa meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa, Bali, dan sejumlah daerah lainnya.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan di Jakarta kemarin. Menurut dia, penyaluran daging kurban tersebut membantu meringankan penderitaan masyarakat dia tengah pandemi Covid-19. Menurut dia di tengah pandemi seperti sekarang, masyarakat harus saling tolong menolong.

’’Sehingga kita bisa bersama-sama bebas dari Covid-19 untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,’’ katanya. Dia menambahkan semua kekuatan bangsa harus memanfaatkan momentum Idul Adha ini supaya masyarakat bisa terbantu dan segera keluar dari pandemi.

Advertisementjudul gambar

Penyembelihan hewan kurban masih bisa dijalankan sampai hari Jumat (23/7) besok. Mirsyah mengatakan penyembelihan hewan kurban merupakan ibadah dua dimensi. Di satu sisi kurban perwujudan dimensi vertikal yaitu upaya mendekatkan diri dengan Allah yang berdasarkan iman dan takwa.

Di sisi lainnya pemotongan hewan kurban menjadi ibadah horizontal. Yaitu meningkatkan kepedulian sesama untuk saling membantu melalui pendistribusian daging kurban. Pendistribusian daging kurban tidak boleh membedakan agama, suku, maupun etnis.

Dia lantas menjelaskan hak memperoleh daging kurban bisa mengacu pada sejumlah faktor. Selain kemiskinan, juga bisa karena kondisi sosial. Termasuk pemberlakukan PPKM Darurat di masa pandemi Covid-19 dapat memicu munculnya masyarakat miskin baru. Sehingga mereka berhak mendapatkan pembagian daging kurban.

Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan sejumlah pesan supaya Indonesia tidak terpuruk di masa pandemi. Diantaranya adalah menghindarkan masyarakat dari berita fitnah atau hoax. Kemudian juga berita yang beraroma adu domba. Dia berharap masyarakat menyebarkan informasi yang menyejukkan serta mencerahkan dan mencerdaskan.

Kemudian Buya Amirsyah mengimbau aparat penegak hukum dapat memberikan sanksi pelanggaran hukum yang tegas dan adil untuk pembuat berita hoax. ’’Sehingga dapat menimbulkan efek jera,’’ katanya. Dia menegaskan saat ini bangsa Indonesia perlu mengerahkan semua kekuatan, baik ekonomi, budaya, sosial, politik untuk memperkuat kedaulatan bangsa.

Sementara itu seluruh organisasi keagamaan mendukung kebijakan perpanjangan PPKM Darurat. Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan keputusan pemerintah memperpanjang PPKM darurat sudah tepat. ’’PPKM Darurat yang diberlakukan tiga pekan terakhir belum cukup mengurangi penularan dan dampak kesehatan secara signifikan,’’ jelasnya.

Para Uskup dan Imam Katolik di Indonesia juga mendukung perpanjangan PPKM Darurat tersebut. ’’Saya sangat mengapresiasi kebijakan ini demi keselamatan dan kesehatan masyarakat Indonesia,’’ kata Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko. Dia mengajak seluruh umat Katolik, khususnya umat Keuskupan Agung Semarang untuk mengindahkan kebijakan tersebut dengan penuh kerelaan dan kegembiraan untuk kebaikan bersama.

Sikap serupa juga disampaikan pimpinan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin). Ketua Umum Dewan Rohaniawan Pengurus Pusat Matakin Xs. Budi S. Tanuwibowo mengatakan keputusan pemerintah tersebut perlu didukung dan didoakan supaya bisa berjalan baik, efektif, dan berhasil. ’’Semoga bisa meredam penyebaran dan perluasan Covid-19,’’ jelasnya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim