Karimun

Pemkab Karimun Dukung Konsep Integrasi Pertanian

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun Sukriyanto ketika melihat hasil panen milik petani muda Sukarno.f.HARTONO

batampos.id – Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, sangat mendukung terhadap petani muda yang mempunyai konsep integrasi pertanian yang perlu digalakan ditengah-tengah pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar lokal. Hal ini
disampaikan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun Sukriyanto kepada batampos.id, Rabu (21/7/2021).

BACA JUGA: Mentan Terus Dorong Milenial Berkarya di Sektor Pertanian

”Setelah saya melihat hasil pertaniannya, sangat bagus sekali. Dimana, komoditi pertaniannya ada beberapa macam komoditi pertanian dan dipadukan dengan peternakan yang ada. Seperti, ada tanaman cabe, jagung, keladi merah, okra dan sebagainya,”
tuturnya.

Advertisementjudul gambar

Dengan demikian, Pemerintah Daerah sangat mendukung konsep integrasi pertanian. Sehingga,dapat mengurangi kegagalan panen nantinya dan bisa memberikan contoh kepada para petani lainnya. Untuk itu, antara petani dan pemerintah harus terus
bersinergi dalam terus meningkatkan hasil pertanian.

”Jadi saudara Sukarno ini sebagai contoh petani muda bisa mengolah pertaniannya, termasuk dalam pemasarannya. Apalagi, sudah ada wadah koperasi komsumen putra jaya yang bisa lebih mengelola pertanian. Hingga pemasarannya maupun pupuk dan
sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu Sukarno salah satu petani asal Karimun mengatakan, dirinya siap berkolaborasi bersama dinas pangan dan pertanian Karimun untuk mengembangkan pertanian. Mengingat, lahan ditempatnya masih cukup baik itu untuk pertanian maupun ternak ayam yang bisa semuanya dimanfaatkan.

”Saya siap bersama koperasi konsumen putra jaya karimun, untuk meningkatkan produksi pertanian di Karimun ini. Termasuk, teman-teman kita para petani,” ucapnya.

Masih kata Sukarno lagi, dirinya juga berharap kepada pemerintah daerah bisa menkonbinasikan antara pertanian dan perikanan. Kenapa demikian, sebab budaya disini, perternakan dan perikanan sudah tidak bisa dipisahkan saling membutuhkan. Dan, paling utama adalah pangsa pasarnya masih menjanjikan ditengah-tengah pandemi Covid-19.

”Nah, salah satunya untuk pakan ikan lele atau mujair bisa dimanfaatkan limbah-limbah disini. Untuk pembuatan pelet ikan lewat daun-daun keledek sebagai sumber protein dan sebagainya,” harapnya. (*)

 

Reporter : TRI HARYONO
Editor : TUNGGUL