Kepri

Pemprov Kepri Tetap Berupaya Bantu Quran Center Batam

Ansar-Ahmad

batampos.id-Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri Aiyub mengatakan, Gubernur Kepri Ansar Ahmad tetap memberikan atensi atas persoalan yang terjadi di Quran Centre Batam. Menurutnya, pihaknya sedang membahas teknis untuk memberikan bantuan tersebut.

BACA JUGA: Zakat ASN Pemko Batam Naik, Gerakan Cinta Zakat Berikan Kontribusi Membantu Umat

“Memang kita sudah mendapatkan warning dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun kita akan mencari solusi untuk tetap memberikan dukungan ke Quran Centre Batam. Bagaimana teknisnya nanti, patokannya tetap pada rambu-rambu yang diberikan oleh BPK,” ujar Aiyub, kemarin di Tanjungpinang.

Advertisementjudul gambar

Mantan Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, pihaknya memang sudah mendapatkan instruksi dari Gubernur terkait persoalan ini. Diakuinya, untuk memberikan bantuan hibah memang tidak bisa terus menerus dilakukan. Bagaimana teknisnya nanti, pihaknya juga akan meminta petunjuk dari BPK Perwakilan Kepri.

“Jika memang mendapatkan catatan positif dari BPK Perwakilan Kepri, dukungan tersebut semoga bisa diturunkan lewat APBD Perubahan 2021 nanti,” jelas Aiyub.

Belum lama ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah memberikan warning ke Pemprov Kepri soal bantuan ke Quran Centre Batam. Persoalan tersebut yang menjadi penyebab Pemprov Kepri tidak mengalokasikan anggaran lewat APBD Kepri TA 2021.

“Bukan diputuskan atau dihentikan bantuannya. Namun kita sudah mendapatkan peringatan dari BPK,” ujar Gubernur Ansar.

Menurut Gubernur, persoalan ini sedang dibahas. Jika memang bisa dicarikan solusi, ia akan membuat keputusan lewat APBD Perubahan nanti. Disebutkan Gubernur, sudah tersedia anggaran sebesar Rp1 miliar. Namun belum, ia belum berani untuk memberikan anggaran tersebut. Bahkan ia punya gagasan untuk menjadi Quran Centre Batam sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT).

“Ini yang akan dibahas segera. Kemudian mengenai anak-anak yang sudah keluar, jika memang memungkinkan akan dipanggil kembali,” tegas Gubernur. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul