Metropolis

Pemko Batam Kaji Kebutuhan Penanganan Pasien Isoman

batampos.id – Pemerintah Kota Batam tengah menghitung biaya dan kebutuhan tenaga medis yang akan ditugaskan untuk mengawasi pasien tanpa gejala (OTG) yang akan segera dipindahkan ke tempat karantina dalam waktu dekat ini.

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Pemko Batam menjadikan Asrama Haji Batam sebagai lokasi karantina mandiri bagi pasien Covid-19 namun tanpa memiliki gejala atau OTG. Foto diambil, Rabu (26/5/2021).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri mengatakan baru mendapatkan data dari masing-masing kecamatan yang ada di Batam. Pihaknya juga masih menunggu keputusan HKI terkait tempat isolasi yang akan digunakan pekerja yang saat ini menjalani isolasi mandiri (Isoman).

“Tentu semuanya harus kami pikirkan, tidak mungkin orang dipindahkan dari rumahnya ke tempat isolasi tidak dikasih makan, dan lainnya. Seperti tenaga medis berapa yang dibutuhkan, tempat laundry sprei nanti di mana, kebutuhan tukang bersih-bersih berapa, petugas sampah seperti apa nanti. Ini yang lagi kami susun dan rapatkan bersama,” bebernya, Kamis (23/7).

Setelah itu semua selesai dihitung, proses pemindahan pasien Isoman ke tempat karantina baru bisa dilaksanakan. Yusfa menyebutkan jumlah pasien Isoman yang mencapai ribuan ini membutuhkan proses yang tidak mudah. Tim di lapangan juga harus memastikan masa Isoman pasien di rumah.

“Intinya ke depan kami mau semua yang Isoman ini terpusat dan tidak boleh berada di rumah lagi. Dan kami harus memastikan selama isolasi mandiri di tempat yang kami sediakan tidak ada kendala nantinya, termasuk soal konsumsi mereka,” ungkapnya.

Ia berharap dalam waktu dua hari ini persoalan ini bisa selesai, dan proses evakuasi pasien Idaman bisa segera dilaksanakan. Rusun yang saat ini masih digunakan PMI akan digunakan untuk pasien Isoman. Jika memang masih kurang, nanti akan ditambah sesuai dengan kebutuhan.

“Sementara menunggu kesiapan tersebut, pasien Isoman lainnya tetap dibawa ke Asrama Haji. Saat ini masih ada kapasitas 100-200 orang untuk diisi. Jadi kami tetap lakukan evakuasi pasien OTG ini ke AH, guna menekan penyebaran di lingkungan keluarga pasien,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan pelayanan, dengan menugaskan tenaga medis yang saat ini berada di hinterland untuk turut membantu penanganan pasien Covid-19.

“Di hinterland menurut saya tidak terlalu sibuk. Jadi kalau bisa tenaga medis sebagian ditarik ke kota untuk membantu penanganan pasien. Kebutuhan tenaga medis masih sangat banyak, karena angka kasus juga terus naik. Untuk itu, perlu langkah seperti ini,” ujarnya.

Saat ini AH sudah dipersiapkan untuk IGD sementara bagi pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Ia berharap tindakan yang diambil Pemko Batam dengan mengevakuasi pasien Isoman ke tempat terpadu bisa mencegah penyebaran Covid-19.

”Ini masih berjalan. Kalau bisa secepatnya kasus ini melandai, agar semua bisa berangsur normal, dan berbagai kebijakan saat ini yang diterapkan bisa segera dicabut,” tutupnya.

 

Reporter : YULITAVIA