Metropolis

Kepri Kedatangan Vaksin Lagi

batampos.id – Pemerintah daerah terus melanjutkan program vaksinasi massal. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, mengatakan, Kepri kedatangan vaksin dalam jumlah cukup banyak yakni sebanyak 10.260 vial setara 102.600 dosis.

Petugas memvaksin warga yang mengikuti acara vaksinasi Covid-19 yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Batam di Kantor Kejari Batam, Rabu (14/7).
(Cecep Mulyana/Batam Pos)

”Begitu datang, kami kemas dan langsung distribusikan ke daerah-daerah,” ujar Bisri, Minggu (25/7).

Jenis vaksin yang datang yakni Sinovac dan AstraZenneca. Bisri mengatakan, pronasi ini dapat dijalankan kembali pemerintah kota atau kabupaten, mulai Senin (26/7).

”Sudah dapat berjalan kembali. Masyarakat yang belum vaksin, segeralah vaksin,” kata Bisri.

Selain dengan vaksinasi untuk menurunkan angka kasus Covid-19, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus
meningkatkan tracing dan testing. Hal ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, Pemprov Kepri meminta pemerintah kota atau kabupaten segera meningkatkan tracing dan testingnya.

Bisri mengakui tracing dan testing di Kepri, belum optimal dan mencukupi.

”Ada beberapa problem yang menyebabkan hal itu (tracing dan testing) tidak optimal,” kata Bisri.

Permasalahan yang terjadi di lapangan adalah kekurangan tenaga. Selain itu, tidak banyak tenaga kesehatan yang  memiliki kemampuan dalam melakukan tes usap (swab) kepada terduga pasien Covid-19. Tapi, permasalahan terbesar yakni terbatasnya alat testing.

”Stok reagen tidak banyak. Sehingga testing ini menjadi kurang optimal,” ucapnya.

Demi meningkatkan stok reagen, pihaknya meminta bantuan ke Kementerian Kesehatan. Selain itu, juga mengusahakannya mendatangkan secara mandiri dari Singapura.

”Kami juga mengandalkan (rapid test) antigen untuk melakukan tracing dan testing. Tapi tetap saja terkendala alat rapid test-nya terbatas, kami harus minta lagi ke pemerintah pusat,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat mematuhi aturan di PPKM level 4 ataupun berbasis mikro. Ia mengimbau masyarakat meminimalisir mobilitas. Sehingga kontak tracing dan testing yang dilakukan pemerintah tidak terlalu banyak.

”Sekarang ini siapa yang kontak dengan pasien Covid-19, kami testing. Mau bergejala atau tidak, hal ini demi menurunkan angka kasus,” ucapnya.

Bisri mengatakan, semakin minim mobilitas masyarakat, maka kasus Covid-19 pun dapat jauh berkurang dan segera turun. Apabila kasus turun, tentunya berdampak terhadap masyarakat. (*)

Reporter: Fiska Juanda