Nasional

Azis Syamsuddin Mengaku Pinjami Robin Rp 200 Juta

Sidang Kasus Suap Mantan Penyidik KPK

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menghadiri sidang secara virtual di PN Tipikor Medan kemarin (26/7). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

batampos.id – Tim jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam sidang perkara suap terhadap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Azis dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Wali Kota (nonaktif) Tanjungbalai M. Syahrial.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menerangkan, persidangan tersebut digelar di Pengadilan Tipikor Medan kemarin (26/7). Sebagai saksi, tim JPU menghadirkan Azis dan Robin. ”Azis Syamsuddin telah mengonfirmasi bersedia mengikuti persidangan dimaksud,” kata Ali.

Pada sidang yang diketuai hakim As’ad Rahim Lubis itu, Robin diminta menjelaskan kronologi pertemuannya dengan Syahrial. Dalam keterangannya, Robin mengakui melakukan komunikasi dengan Syahrial terkait uang Rp 1,5 miliar. Uang tersebut ditransfer secara bertahap ke rekening Rifka Amelia, rekan Robin. Uang itu sebagai pengondisian penyelidikan kasus dugaan jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Robin juga dicecar soal peran Azis dalam perkara tersebut. Di hadapan majelis hakim, Robin menyebutkan bahwa Azis tidak memiliki peran apa pun terkait hubungannya dengan Syahrial sebagaimana dia ungkapkan sebelumnya. Robin mengaku dirinya diperkenalkan oleh Dedy kepada Syahrial. Dedy merupakan ajudan Azis. Perkenalan itu terjadi di rumah dinas Azis pada Oktober 2020.

Sementara itu, sama dengan kesaksian Robin, Azis mengaku tidak mengenalkan Robin kepada Syahrial secara langsung. Sebab, dalam pertemuan tersebut, Azis sedang mengurus rapat formatur musda Partai Golkar Sumatera Utara. ”Untuk waktunya saya tidak ingat, Yang Mulia, sekitar tahun 2020,” kata Azis kepada majelis hakim.

Majelis hakim lalu melanjutkan pertanyaan soal alasan Robin mau bertemu Syahrial di rumah dinas Azis. Menurut Azis, Robin maupun Syahrial tidak pernah bercerita tentang pertemuan yang mereka lakukan. ”Tidak pernah cerita masalah hukum,” ungkapnya. Pun, saat hakim mencecar dengan pertanyaan bahwa Syahrial pernah menunjukkan surat panggilan dari KPK, Azis menjawab tidak paham. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim