Lifestyle

Para Ibu, Berikut Lima Cara Supaya Tetap Waras Mengasuh Anak di Tengah Pandemi

ILUSTRASI parenting. (F parenting)

batampos.id – Pandemi Covid-19 membuat semua orang gampang stres, lelah, dan ketakutan. Lelah fisik juga pikiran. Tak terkecuali para orang tua. Perubahan pola pendidikan dari offline ke online tanpa adanya persiapan membuat para orangtua rentan emosional dan memiliki salah pola asuh.

Efeknya? Parental burnout. Psikolog Anak dan Keluarga yang juga Co-founder Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, mengatakan parental burnout adalah kelelahan yang dialami orang tua dalam menjalani peran pengasuhan anak baik secara fisik dan pikiran. Terlebih pada masa pandemi seperti sekarang ini, dimana anak-anak mulai memasuki sekolah daring.

Saskhya menyebutkan, pilar kesehatan pikiran tidak bisa dipisahkan dari sistem pencernaan karena di sana, kita banyak sekali memproduksi bakteri baik untuk menentukan berpikir bagaimana merasakan sesuatu, bahkan merasakan sebuah perilaku atau saat ini sering disebut dengan teori Gut-Brain Axis Connection. Bakteri baik dalam usus sangat baik untuk kesehatan dan ada koneksi atau hubungannya dengan otak kita. Di usus manusia terdapat 90 persen hormon kecemasan diciptakan dan juga hormon yang bisa membuat kita bahagia.

Lantas bagaimana supaya bakteri baik itu yang banyak berkembang di usus kita? Kita diminta untuk tetap waras sehingga bisa tetap onfire dalam mengasuh anak di musim yang tak biasa ini. Caranya?

1. Koneksi
Social connection dengan anak dan dengan pasangan harus dibangun supaya kita merasa tetap bermanfaat.

2. Olah raga
Olah raga karena orang tua maupun anak tetap perlu bergerak

3. Batasi media sosial
Filter penggunaan media sosial atau berita. Itu supaya kita tidak ketakutan terus-menerus dengan banyaknya informasi saat ini.

4. Konsumsi nutrisi
Supaya kita happy juga, isi gut (usus) kita dengan sesuatu yang bagus juga seperti susu segar. Kelola stres kita. Walaupun stres tidak bisa dihindari, tetapi kita bisa mengelola stres kita dengan lebih baik.

5. Waktu berkualitas
Jangan terpaku menjadi yang paling sempurna, tetapi beri ruang bagi diri kita dan keluarga untuk tumbuh dan belajar lewat waktu berkualitas. (*)

Reporter: Jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak