Ekonomi & Bisnis

Pasar Saham Merespons Positif Perpanjangan PPKM Level 4

Ilustrasi: Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. (Dok.Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mengatakan, pasar saham tanah air merespons positif hari pertama perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

Senin (26/7) indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 4,7 poin atau 0,077 persen di posisi 6.106,39. Tren penguatan tersebut diperkirakan masih berlanjut pada perdagangan pekan ini .

Disebutkannya, pelaku pasar saham sebelumnya memperkirakan perpanjangan PPKM level 4 berlangsung selama dua sampai empat pekan. Nyatanya, pemerintah hanya menambah periode pembatasan sosial selama delapan hari.

“Lebih pendek daripada ekspektasi pasar,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah melakukan pelonggaran di sejumlah sektor. Misalnya, pasar yang menjual sembako boleh buka seperti biasa dengan protokol kesehatan ketat. Lalu, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen outlet voucher, pangkas rambut, laundry, bengkel, dan usaha kecil lainnya boleh buka sampai pukul 21.00.

Pemerintah juga mengizinkan warung makan, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan di ruang terbuka berjualan sampai pukul 20.00. Pengunjung boleh makan di tempat maksimal 20 menit.

“Pelonggaran secara bertahap itu menjadi sentimen positif bagi pasar. Artinya, arah pemulihan ekonomi akan lebih cepat,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, tren penurunan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit menjadi perhatian investor. Apalagi di sejumlah daerah masih tercatat tinggi. Misalnya, di Banten sebesar 92 persen, Jogjakarta 91 persen, dan DKI Jakarta 85 persen.

Sementara itu, kenaikan indeks bursa Wall Street menjadi sentimen dari luar negeri. Peningkatan tersebut terjadi karena optimisme pasar terhadap kinerja laba emiten global. Sebanyak 120 emiten dalam Indeks S&P 500 telah menyampaikan rilis kinerja laba kuartal kedua.

BACA JUGA: IHSG Diperkirakan Menguat di Awal Pekan Ini

“Laba emiten tersebut merupakan sinyal kebangkitan ekonomi Amerika Serikat (AS) sehingga memicu investor,” terangnya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan memperkirakan, saham emiten telekomunikasi bakal menguat. Termasuk perusahaan yang bisnisnya memanfaatkan teknologi digital seperti perbankan.

Hal itu seiring dengan kebiasaan masyarakat yang berubah untuk memenuhi kebutuhan di tengah pandemi. “Mulai belanja melalui platform marketplace dan e-commerce, digital banking, sampai transaksi dompet digital,” ujarnya.

IHSG SEPEKAN TERAKHIR

– 19 Juli: 6.022,64

– 21 Juli: 6.028,20

– 22 Juli: 6.130,80

– 23 Juli: 6.102,65

– 26 Juli: 6.106,39 (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung