Karimun

Atasi Abrasi, PT Timah Tanam Mangrove di Pantai Teluk Desa Kundur

penanaman mangrove di kawasan Pantai Teluk, Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun. f. ist

batampos.id- PT Timah Tbk melakukan penanaman mangrove di kawasan Pantai Teluk, Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun. Penanaman mangrove dalam upaya mencegah terjadinya abrasi.

BACA JUGA: PT Timah Tbk Bagikan 32 Ekor Hewan Kurban untuk Masyarakat Kepri dan Riau

Awal tahun 2021, PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepulauan Riau dan Riau pernah melakukan penanaman sekitar 5000 batang mangrove. Dan kini , kegiatan berkala itu dilakukan di Pantai Teluk, sabtu (31/07/21).

Selama melaksanakan program penanaman mangrove, PT Timah Tbk selalu melibatkan masyarakat sekitar wilayah operasional. Penanaman mangrove sudah dilakukan sejak Senin s/d Jum’at lalu di beberapa titik lokasi.

“Ada sekitar kurang lebih 1.800 batang bibit mangrove yang ditanam untuk beberapa titik lokasi. Seperti Pantai Teluk, Pantai Padang Kundur, Pantai Teluk Dalam, dan Pantai Batu Kucing,” ujar Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan.

Dikatakan, penanaman mangrove merupakan upaya perusahaan dalam ikut melestarikan habitat serta menjaga ekosistem laut. Terutama untuk meminimalisir terjadinya abrasi pantai. Tidak hanya melakukan penanaman, PT Timah juga rutin melakukan pemeliharaan dan monitoring.

Anggi Siahaan menjelaskan, kegiatan penananam mangrove kali ini merupakan tindak lanjut kegiatan penanaman awal tahun lalu.

“Kegiatan kali ini berupa penanaman atau tambal sulam pohon yang beberapa bulan lalu kita tanam dan tidak hidup. Maka kita lakukan penanaman kembali sebagai wujud tanggung jawab kita dan masuk kategori pemeliharaan,” beber Anggi.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan pihaknta rutin melakukan pemeliharaan tanaman setiap tiga bulan. Jika ditemukan tanaman mangrove tidak hidup, maka ditanam kembali.

“Semoga hutan mangrove yang kita jaga ini, bisa memberikan manfaat di berbagai bidang dengan tujuan utama untuk mengurangi abarasi pantai,” tegasnya. (*)

Reporter: Ichwanul Fahmi
editor: tunggul