Kepri

Covid-19 Masih Meluas, Tahapan Pilkades Ditunda

Sardison, foto sebelum pandemi covid (.yusnadi/Batam Pos)

batampos.id-Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison mengatakan tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di tiga Kabupaten untuk sementara ditunda. Kebijakan tersebut disebabkan penyebaran Covid-19 masih meluas.

BACA JUGA: Empat Kandidat Bersaing di Pilkades Sugie, Nomor Urut 04 Berpengalaman

“Tahapan Pikades untuk sementara ditunda seiring adanya kebijakan PPKM di sejumlah daerah di Provinsi Kepri. Adapun tiga daerah yang seharusnya sudah mulai tahapan sejak Juli 2021 adalah Bintan, Lingga dan Karimun. Kita tentu berharap penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas, sehingga tahapan yang tertunda bisa dilanjutkan,” ujar Sardison, kemarin di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan (BAP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, daerah-daerah yang akan menggelar Pilkada tersebar di empat Kabupaten, yakni, Natuna, Lingga, Bintan, dan Karimun pada tahun ini. Sedangkan Kabupaten yang tidak ada menggelar Pilkada tahun ini adalah Anambas. Disebutkannya, di Natuna ada delapan desa, Lingga 75 desa, Bintan dua desa, dan Karimun 8 desa.

“Jika kita persentasikan, ada sekitar 33,81 persen desa di Kepri akan menghelat Pilkades. Karena secara kesuluruhan di Kepri terdapat 275 desa. Tantangan bagi kepala desa terpilih, salah satunya adalah bagaimana mengelola dana desa yang ada, tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, meskipun dalam kondisi Pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat tidak memangkas ploting Dana Desa untuk Provinsi Kepri. Berdasarkan Daftar Isian Pelaksaan Anggaran (DIPA) dana desa Provinsi Kepri lewat APBD Tahun Anggaran (TA) 2021 adalah sebesar Rp276 miliar yang diperuntukan bagi 275 desa di lima kabupaten yang ada di Provinsi Kepri

“Dibandingkan dengan Dana Desa TA 2020, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp6 miliar. Karena pada 2020 ini kita mendapatkan alokasi sebesar Rp270 miliar,” jelasnya lagi.

Kabupaten Bintan mendapatkan bagian sebesar Rp40,71 miliar yang akan disebar ke 36 desa. Kedua Kabupaten Karimun yang terdiri dari 42 desa mendapat jatah Rp45,74 miliar. Kemudian Kabupaten Natuna yang menaungi 70 desa mendapatkan alokasi Rp70,77 miliar. Sedangkan Kabupaten Lingga yang memiliki 75 desa mendapat bagian Rp70,77 miliar. Sementara itu Kabupaten Kepulauan Anambas jatahnya sebesar Rp66,02 miliar yang diperuntukan bagi 52 desa.

Ditegaskannya, sesuai dengan target nasional, arah kebijakan dana desa tahun 2021 adalah untuk mendukung pemulihan perekonomian desa. Seperti penguatan program padat karya tunai dan jaringan pengaman sosial berupa Bantuan Langsung Tunas (BLT). Kemudian ada juga pemberdayaan UKM dan sektor pertanian di desa.

“Selanjutnya yang ketiga adalah peningkatan produktifitas dan transpormasi ekonomi desa melalui desa digital. Sedangkan yang keempat adalah pengembangan potensi desa wisata, produk unggulan desa, pengembangan kawasan perdesaan melalui peran BUMDes,” tutup Sardison.(*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul