Kepri

Provinsi Kepri Sabet Dua Penghargaan Bergengsi, Dari Top Inovasi Pelayanan Publik  Sampai Dinobatkan Sebagai Provinsi Pelopor Layak


Top Inovasi Pelayanan Publik diraih Provinsi Kepri melalui terobosan aplikasi Proses Izin dengan Jarimu atau (SI JEMPOL) yang dibuat oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu.

batampos.id- Di bawah kepemimpinan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menuai aperesiasi dari Pemerintah Pusat. Bahkan dalam satu hari, Provinsi Kepri menyabet dua penghargaan bergensi dari Kementerian yang berbeda. Pertama dinobatkan sebagai Provinsi Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

BACA JUGA:Roby Dapat Penghargaan dari Ansar, Vaksinasi Covid di Bintan di Atas 50 Persen

Kemudian yang kedua adalah dinobatkan sebagai Pelopor Provinsi Layak Anak (PROVILA) yang disematkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui proses atas inovasi dan komitmen yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi. Baik itu dibidang pelayanan publik maupun kepedulian terhadap persoalan-persoalan anak di Provinsi Kepri.

Top Inovasi Pelayanan Publik diraih Provinsi Kepri melalui terobosan aplikasi Proses Izin dengan Jarimu atau (SI JEMPOL) yang dibuat oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu. Penghargaan yang diraih tersebut masuk dalam kategori Kelompok TOP 5 Replikasi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021. Kompetisi tersebut digagas oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Penghargaan tersebut diumumkan oleh Prof. J.B. Kristiadi sebagai Ketua Tim Panel Independen KIPP 2021 secara daring dari Jakarta, Kamis (29/7) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Menpan RB Tjahjo Kumolo mengatakan bila Presiden Joko Widodo selalu mendorong lembaga pemerintah untuk terus menciptakan inovasi-inovasi terbaru dalam pelayanan masyarakat. Karena inovasi adalah energi untuk menciptakan perubahan dan inovasi adalah modal untuk memenangkan persaingan terlebih lagi pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Presiden Jokowi menekankan untuk melakukan terobosan-terobosan, tidak terjebak dalam kungkungan birokrasi agar dapat memberikan pelayanan yang tercepat dan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Tjahjo Kumolo.

Selanjutnya, Tjahjo Kumolo mengatakan bila pelayanan birokrasi di lembaga pemerintahan sudah jauh lebih baik namun belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Oleh karena itu, dalam rangka mencapai visi reformasi birokrasi diperlukan percepatan dan upaya luar biasa agar menciptakan perubahan pada transmisi pola dan cara baru.

“Untuk itu kami Kementrian PAN-RB sejak tahun 2014 selalu mengadakan kompetisi inovasi ini,” jelas Tjahjo Kumolo.

Untuk tahun ini, KIPP mengangkat tema “Percepatan Inovasi Pelayanan Publik untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui Transfer Pengetahuan di Tatanan Normal Baru”. Tema tersebut diambil sesuai dengan situasi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Kompetisi ini memiliki tiga kelompok inovasi, yakni kelompok umum, kelompok replikasi, dan kelompok khusus. Kelompok umum merupakan inovasi yang belum pernah mengikuti atau mendapatkan penghargaan pada KIPP sebelumnya, serta belum menerima penghargaan sebagai Top 99 sebanyak dua kali.

Kelompok replikasi adalah inovasi yang merupakan adaptasi atau modifikasi inovasi yang termasuk dalam Top 99 periode KIPP 2014-2019. Sedangkan kelompok khusus merupakan inovasi yang masuk dalam kategori Top Inovasi Terpuji 2014-2019 dan juga tidak pernah mendapat penghargaan sebagai 5 Pemenang Outstanding Achievements of Public Service Innovation 2020.

Sebagai informasi, SIJEMPOL merupakan aplikasi pengurusan izin secara mandiri melalui online. Tujuan dari dibuatnya aplikasi ini adalah untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, melayani dengan ramah, tepat, dan cepat, juga menumbuhkan kepercayaan dan kepuasan. Beberapa sektor perizinan yang terangkum dalam aplikasi ini adalah sektor kebudayaan, kelautan, perikanan, lingkungan hidup, kesehatan, koperasi, usaha kecil dan menengah, dan kesatuan bangsa dan politik.

Kepri Pelopor Provinsi Layak Anak
Meskipun masih dalam hitungan bulan memimpin Provinsi Kepri, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina terus menunjukan pengaruhnya dalam memacu kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri. Salah satu buah dari sentuhan tersebut adalah Provinsi Kepri dinobatkan sebagai Pelopor Provinsi Layak Anak (PROVILA).

Kepri dinobatkan sebagai Pelopor Provinsi Layak Anak (PROVILA)

Lewat acara video conference Pemberian Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2021, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyampaikan bahwa Provinsi Kepri mendapatkan penghargaan sebagai Pelopor Provinsi Layak Anak (PROVILA). Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad menghadiri video conference Pemberian Penghargaan tersebut dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (29/7) lalu.

PROVILA adalah provinsi yang seluruh Kabupaten / Kotanya menerima penghargaan layak anak. Provinsi Kepri menjadi salah satu dari enam (6) Provinsi lain yang menerima penghargaan serupa yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta dan Jawa Timur.

Menteri Bintang mengapresiasi seluruh provinsi yang menjadi pelopor layak anak, karena telah berjuang mensinergikan seratus persen Kabupaten/Kotanya menjadi wilayah layak anak. Ia berharap predikat ini bisa memberikan manfaat besar bagi anak. Selain itu juga mengharapkan, penghargaan tersebut menjadi inspirasi, motivasi, kekuatan, dan dorongan bagi semua pihak.

“Penghargaan ini diharapkan menjadi dorongan bagi kita semua untuk menjadikan program pembangunan anak sebagai prioritas untuk mewujudkan anak terlindungi, Indonesia maju,” ujarnya.

Dalam penghargaan kali ini seluruh Kabupaten/Kota di Kepri menerima penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak dengan berbagai peringkat. Penerima penghargaan KLA Peringkat Pratama terdiri atas Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Karimun. Sedangkan penerima penghargaan Peringkat Madya terdiri atas Kota Tanjungpinang, Kota Batam, dan Kabupaten Bintan. Sebagai informasi apresiasi pelaksanaan KLA di daerah diberikan dengan 5 kategori, mulai dari kategori Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Kabupaten/Kota Layak Anak. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul