Lifestyle

Belanja Tas Ternyata Bisa Tingkatkan Imun

Ilustrasi perempuan gemar belanja tas untuk tingkatkan kebahagiaan. (dok Ginger.Luxthings)

batampos.id – Daya tahan tubuh dan imun yang baik diperlukan selama pandemi Covid-19. Untuk meningkatkan imun tentu berbagai cara. Salah satunya dengan adanya perasaan bahagia, maka imun tubuh seseorang bisa ikut naik.

Bukan hanya minum ramuan herbal yang bisa menaikkan imun, percayakah bahwa imun tubuh bisa meningkat jika berbelanja?

Khususnya kaum hawa, paling gemar jika berbelanja dan mengoleksi tas, apalagi tas branded. Tak hanya yang baru, banyak juga pecinta preloved branded (tas seken branded) yang memburu tas selama pandemi.

Salah satu pegiat tas preloved branded dan founder Irresistible Bazaar, Marisa Tumbuan kini terinspirasi dari jahe dengan gerai Ginger.Luxthings. Menurutnya, saat perempuan belanja tas, efeknya sama halnya dengan meminum jahe.

“Terinspirasi dari minum jahe, ternyata belanja tas bisa meningkatkan imune booster dari pelanggan. Kami percaya bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing untuk meningkatkan daya tahan tubuh salah satunya melakukan kegiatan yang menyenangkan dirinya seperti berbelanja produk fashion seperti tas, sepatu dan lain- lain,” ujarnya secara daring baru-baru ini.

Menurutnya, aroma dan manfaat Jahe yang di masa pandemi ini menjadi primadona untuk meningkatkan imunitas. Sama seperti para pencinta preloved branded items berbelanja tas.

Ia percaya di zaman pandemi ini penjualan tas masih diburu. Maka dirinya berusaha melebarkan sayap ke Bali sebagai usaha untuk tidak menyerah menghadapi pandemi.

“Mami melihat bahwa Bali saat ini menjadi melting pot Indonesia. Dan sebagian masyarakat kini lebih berinvestasi dengan produk fashion salah satunya tas branded,” katanya.

Sedikitnya ada 5 merek tas yang paling diburu. “Tas paling favorit sih tetap ya. Masih Hermes juaranya. Lalu Chanel, Louis Vuitton, Dior, dan juga WSL,” katanya.

Dia mencontohkan tas paling favorit yang berharga fantastis walau seken adalah Hermes. Label asal Prancis itu selalu herhasil menggoda kaum hawa dan sosialita untuk membelinya sebagai koleksi.

“Semakin lama tahunnya, akan semakin sulit didapatkan dan harganya semakin mahal,” jelasnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Andriani Susilawati