Bintan-Pinang

Pascaditahan KPK, Villa Apri Sujadi di Wacopek, Bintan Terpantau Sepi

Tampak depan gerbang masuk villa Bupati Bintan, Apri Sujadi di Kampung Wacopek, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (15/8) siang. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id- Villa Bupati Bintan, Apri Sujadi di Kampung Wacopek, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (15/8) siang, pascaditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terpantau sepi.

BACA JUGA: Apri Ditangkap KPK, Gubkepri Berharap Roda Pemerintahan Pemkab Bintan Tidak Terpengaruh

Pantauan di lokasi, gerbang yang terbuat dari besi setinggi lebih kurang 2 meter tertutup rapat. Vila tersebut dikelilingi tembok tinggi di bagian depan. Ketika Batam Pos menyusuri sekitar Villa Bupati Bintan ini, terlihat tidak ada kegiatan.

Dari kejauhan hanya terlihat seorang penjaga di pos jaga yang berada di tengah lahan seluas lebih kurang 5 hektare itu. Kediaman itu tidak hanya dijadikan tempat peristirahatan Apri Sujadi, karena di sana tersedia kolam pemancingan pribadi, pendopo, lapangan batminton serta lahan perkebunan.

Seorang warga yang memiliki lahan di sana mengakui vila tersebut merupakan milik Bupati Bintan. “Iya tahu, tahu gitu aja. Soalnya saya seminggu sekali ke sini, saya tinggal di Tanjungpinang,” ujarnya. Dia tidak tau banyak aktivitas Apri Sujadi di villa tersebut.

Seorang warga Wacopek lain, Puryadi membenarkan villa tersebut milik Bupati Bintan, Apri Sujadi. “Benar villa Bupati, sudah lebih kurang dua tahun Bupati tinggal di sini, tepatnya saya kurang tau,” kata pria yang ditemui di Surau Zamzatul Qithamir, RT 02 RW 04, Kampung Wacopek, Kelurahan Gunung Lengkuas, Minggu (15/8) siang.

Ketika disinggung soal ditahannya Bupati Bintan, Apri Sujadi terkait kasus dugaan pengaturan kuota rokok dan mikol, dia mengaku tau. “Ya tau, waktu itu saya dari Trikora melihat video. Ada orang yang nyetel video, nampak kediamannya (bupati) yang di Tanjungpinang,” katanya.

Ditanya soal fasilitas yang ada di villa, dia menyebut, di dalam villa tersebut ada kolam pemancingan pribadi, pendopo dan fasilitas lainnya. “Ada pendoponya, kadang ada ulama datang, tidurnya di situ,” katanya.

Bagaimana hubungan Apri dengan masyarakat di sana, dia mengatakan, tidak ada masalah. Karena, sebagian besar masyarakat di kampung ini merupakan pemilihnya. Sang bupati juga sering membantu masyarakat.

Soal kepribadian Apri Sujadi di mata masyarakat, dia mengaku tidak terlalu akrab. Namun ketika ada acara, sang bupati sering mengundang masyarakat ke villanya.

“Orangnya baik dan ramah, ya biasalah. Dia (Apri) lebih sering istirahat di sini, memang di sini lebih tenang, udara di sini juga masih alami. Kalau ada di villa, kadang ngelihat dia main sepeda,” katanya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul