Feature

32 Orang Karyawan Terpapar

Perjuangan Batam Pos Melawan Covid-19

Petugas dari Sub detasemen Kimia, Biologi dan Radioaktif (Subden KBR) Satbrimob Polda Kepri menyemprot cairan disinfektan di kantor Harian Batam Pos di Gedung Graha Pena Lantai III, Batamcentre, Sabtu (21/3).  (Iman Wachyudi/ Batam Pos)

Bagaimana rasanya ketika menulis tentang puluhan karyawan, secara beruntun terpapar Covid-19, ternyata virus itu juga menerpa Anda? Itulah yang saya rasakan. Cemas, sedih dan menangis dalam hati. Yang bisa saya lakukan hanya berdoa, agar kami sembuh. Memberi semangat, dan saling menguatkan.

Laporan: SOCRATES
Editor: MOHAMMAD TAHANG

SIAPA menyangka, sejak ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, corona virus disease 2019 (Covid-19) menyebar ke seluruh dunia. Tanggal 1 Februari 2020 sebanyak 245 warga Indonesia, di karantina di Natuna, Kepulauan Riau.

Tanggal 27 Februari 2020, saya ditugaskan menjadi direksi Batam Pos. Beberapa hari kemudian, 8 Maret 2020, Rumah Sakit Khusus Infeksi Penyakit Menular (RSKI) dibangun siang malam di Pulau Galang dan diresmikan 6 April 2020. Sementara, kasus Covid-19 pertama di Kepri terungkap 17 Maret 2020. Ada apa gerangan? Apakah kasus Covid-19 akan meledak di Batam dan Kepri?

Sejak itu, rasa cemas, khawatir, dan waswas mendera saya. Virus mematikan dan tidak kasat mata itu, meneror manusia di seluruh dunia. Sejak merebaknya Covid-19, kekhawatiran terbesar saya adalah, wartawan dan karyawan yang terpapar pandemi ini. Selain petugas medis, awak media juga berisiko tinggi.

Kecemasan itu, jadi kenyataan. Wartawan Batam Pos, Imam Sukarno, di Tanjungbatu, Kundur, Kabupaten Karimun, positif Covid-19 tanggal 28 Juli 2020. Gejalanya, demam dan panas tinggi. Sampel darahnya reaktif Covid-19. Imam dilarikan naik kapal ambulans dari Kundur ke RSUD HM Sani, Karimun. “Badan saya lemas, menggigil, dan keringat dingin,” cerita Imam.

Ia diisolasi selama 18 hari. Saat menjalani isolasi, saya dan Imam Sukarno video call, memberinya semangat dan mendoakan cepat sembuh. “Tetap semangat, Bang,” kata Imam, mengepalkan tangannya. Imam sembuh.

Pada Oktober 2020, Okta, karyawan bagian perpajakan, demam. Hasil swab positif Covid-19. Kontan, kabar ini menimbukan ketakutan dan panik. Saat Okta dibawa ke RSKI Galang, saya minta dia membuat video mengabarkan kondisinya. “Nanti ya Pak? Saya masih dalam ambulans,” katanya.

Okta membuat video. “Teman-teman, ternyata Covid-19 tidak semenakutkan yang kita kira. Kondisi saya makin baik,” katanya. Video itu dikirim ke grup karyawan. Herannya, Okta yang biasa pendiam itu, lancar bicara di video.

Kantor Batam Pos termasuk sejak awal disemprot disinfektan, rutin setiap minggu. Kami mengambil langkah cepat. Semua karyawan, rapid test. Protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Sebanyak 31 orang karyawan redaksi, rapid test dan non reaktif. Ini kami lakukan agar Batam Pos tetap terbit, melayani pembaca dan pelanggan.

Graha Pena Batam, tempat Batam Pos berkantor, juga menerapkan aturan dan protokol kesehatan ketat. Apabila ada karyawan tenant yang terpapar, wajib melapor dan work from home (WFH) dan lift dimatikan sehingga karyawan harus naik tangga. Perusahaan dilarang beraktivitas selama 14 hari.

Sejak itu, berturut-turut karyawan Batam Pos terpapar Covid-19. Saya meminta, semua karyawan rapid test. Dari hampir 100 orang yang dicek kesehatannya, hanya satu orang, Ramli, account executive iklan yang reaktif.

Setelah Imam dan Okta sembuh, Pranataka, staf layout terpapar pada Desember 2020. Ia menjalani isolasi di Rusun Pemko Batam di Tanjunguncang. Pada akhir Januari 2021, wartawan Batam Pos di Karimun, Ichwanul Fazmi, juga terpapar Covid-19. Lelaki berkumis yang biasa kami sapa Enol itu, dirawat di RSUD Karimun.

Begitu Enol sembuh, pertengahan Februari 2021, giliran Sekretaris Redaksi Batam Pos, Umi Kalsum, yang terpapar dan dirawat di RS Harapan Bunda. Akhir bulan April, saat bulan puasa, marketing iklan, Dian Evalina, terpapar corona. Ia kehilangan penciuman dan rasa. Selama semingggu, Lina dirawat di RSKI Galang. “Saat isolasi di RSKI, rasanya tidak seperti rumah sakit. Banyak teman karena sekamar 5 orang. Hidup jadi teratur dan setiap pagi olahraga,” cerita Lina.

Tak lama kemudian, wartawati Chahaya Simanjuntak dinyatakan positif Covid-19. Meski sudah divaksin, Chahaya masih saja terpapar Covid-19. Ia sempat syok dan menangis, saat mengabari saya hasil tesnya positif. Ia dirawat di RS Elisabeth. Saya hanya bisa memberinya semangat dan mendoakan segera sembuh. Lidah saya kelu.

Seolah menggilir karyawan, Jumat 23 April 2021 malam, saya ditelepon M Iqbal, mengabarkan bahwa dirinya positif Covid-19. Malam itu juga, atas bantuan Direktur RSBP Batam, dr Afdhalun Hakim, Pemimpin Redaksi Batam Pos ini, dirawat di RSBP Batam. Sehari kemudian, Friska Juanda menyusul positif Covid-19. Reporter ini malam sebelumnya memang bertemu dengan Iqbal.

Begitu Iqbal dan Juanda sembuh, Ismanto, asisten manajer pemasaran yang terpapar. Disusul Muhammad Nur, koordinator liputan, yang terpapar sekeluarga. Lalu, masih di bulan Mei 2021, Rifki Setiawan Lubis, reporter yang ngepos di BP Batam, terpapar dan diisolasi di Asrama Haji Batam, Batam Center, dan Yusnadi, fotografer kami di Tanjungpinang, juga kena.

Selama Juni 2021, korban virus Covid-19 ini, terus menimpa karyawan Batam Pos. Mulai dari redaktur, Andriani Susilawati, Kepala Perwakilan Batam Pos di Tanjungpinang, Cipi Ckandina, staf HRGA, Ratika Anggraini, dan kasir, Shara Wulandari, yang terpapar setelah ibunya positif Covid-19, dan saya positif Covid-19 tanggal 29 Juni 2021.

Saya sama sekali tidak menyangka bakal terpapar. Awalnya, istri saya demam tiga hari. Saya sekeluarga rapid test antigen. Hanya istri yang reaktif. Seminggu kemudian, saya demam dan menggigil. Anehnya, dua hari kemudian, rasanya sembuh dan berkeringat. Tapi, lalu demam lagi.

Sahabat saya, dr Herman Salim, meminta saya cek lagi. Hasilnya, saya positif Covid-19. Rasanya, sungguh tidak enak. Demam, mual, diare, dan saya kehilangan penciuman. Untuk antisipasi, jika saya dan istri perlu dirawat, saya menghubungi dr Afdhalun Hakim, direktur RSBP Batam.

Ternyata, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah itu memberi tahu saya bahwa dirinya positif Covid-19 setelah swab dan PCR dan dirawat di rumah sakit yang dipimpinnya itu. Stres dan khawatir setelah secara beruntun karyawan terpapar virus ini, saya merasakan sendiri Covid-19 menimpa saya.

Tidak berhenti disitu, pada bulan Juli 2021, ada sepuluh orang karyawan lagi yang terpapar. Mulai dari Yusmirdawati, Gudson, Galih Adi Saputra, Herman Mangundap, dan Mahfud Ashari.

Lalu, secara beruntun, Anwar Saleh dan manajer HRGA, Elmi Gusti, dan Asisten Manajer HRGA, Linglon, dinyatakan positif Covid-19. Begitu juga dengan redaktur kami, Ratna Irtatik, fotografer, Cecep Mulyana, serta wartawan di Karimun, Tri Haryono, juga terpapar. Masa PPKM darurat, terasa makin berat. Sampai saya menulis ini, sudah 32 orang yang terpapar Covid-19. Padahal, hampir 70 persen karyawan Batam Pos sudah divaksin.

Komisaris Batam Pos, Marganas Nainggolan, juga terpapar Covid-19. Ia berinisiatif melakukan karantina di RSKI Galang selama 10 hari. Kami bersyukur, senior saya ini sembuh. Saat ini, tinggal 3 orang karyawan yang masih isolasi mandiri dan dalam proses pemulihan.

Secara bisnis, Batam Pos juga menghadapi tantangan berat. Pada awal pandemi, beredar isu bahwa koran bisa menyebarkan Covid-19 sehingga pembaca takut memegang koran. Kami terus meyakinkan mereka bahwa kertas koran berpori, tidak seperti uang dan droplet bisa menempel. Isu ini hilang dengan sendirinya.

Batam Pos lalu membuat koran digital kedua dengan nama www.batampos.id yang diluncurkan tanggal 9 April 2020. Menyusul website www.batampos.co.id yang sudah eksis selama 15 tahun. Trafik batampos.id terus meningkat. Tanggal 17 Juli 2021 atau 15 bulan, website ini menempati 5 besar traffic tertinggi di Kepulauan Riau. Ini bisa dilakukan karena tim redaksi dibagi dua antara online dan koran.

Awal tahun 2020, karyawan Batam Pos optimistis, performance perusahaan akan terus membaik. Namun, siapa menyangka, pandemi yang melanda dunia ini, mulai terasa imbasnya. Target yang sudah ditetapkan, tidak tercapai. Ini seiring dengan menurunnya perekonomian Kepri, terutama di sektor pariwisata, lalu merembet ke sektor ekonomi lainnya.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri mengalami kontraksi dan mencapai titik terendahnya pada triwulan II 2020 sebesar minus 6,66 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri merilis, pertumbuhan ekonomi Kepri jatuh sangat dalam dan menempati peringkat ke-33 dari 34 provinsi dan terburuk di Sumatra. Dampaknya juga dirasakan Batam Pos.

Namun, pada Agustus 2020, Batam Pos bangkit. Seiring dengan ulang tahun ke-22. Kami menggelar event sepeda new normal. Diikuti lebih 500 orang peserta dan dilepas oleh 22 tokoh publik se-Kepri. Mulai dari calon gubernur, ketua DPRD, wali kota, bupati, dan para pengusaha terkemuka. Hal ini membuktikan bahwa brand Batam Pos masih kuat dan dipercaya sebagai media pemersatu di Kepri.

Batam Pos menggelar kegiatan Batam Pos Forum, berdialog dan berdiskusi dengan gubernur, Kapolda, ketua DPRD, wali kota, pengusaha properti, perbankan, perhotelan, dan berbagai instansi untuk mencari solusi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Kami terus berupaya, di tengah lonjakan angka konfirmasi positif Covid-19 yang sudah berjalan 1 tahun 5 bulan ini, Batam Pos akan terus menyuarakan kebenaran dan semangat optimisme, melawan wabah disinformasi dan misinformasi di kalangan masyarakat, khususnya di Kepri.

Ulang tahun Batam Pos ke-23 tanggal 10 Agustus 2021, kami peringati dengan doa bersama. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad; Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina; Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyambangi kantor Batam Pos.

Ucapan selamat dan apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat Kepri seperti Asman Abnur, Ismeth Abdullah, Nyat Kadir, Isdianto, Jumaga Nadeak, Asmin Patros, serta para pengusaha papan atas Batam dan Kepri seperti Abidin, Jhon Kenedy, Soehendro Gautama, Eddy Hussi, Princip Muljadi, Aleng Lim, dan lainnya.

Kami akan terus berkarya. Membangun harapan dan bersama-sama mencari solusi. Terima kasih, pembaca dan pelanggan kami. Wa bil khusus kepada para pemimpin dan tokoh masyarakat Kepri.

Seluruh karyawan dan karyawati Batam Pos, di Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Jakarta, agar terus membangun harapan, karena Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, bersama kita. (*)