Bintan-Pinang

Banyak Pelaku UMKM Kecamatan Teluk Bintan, Bintan Tak Dapat Bantuan

Meli, warga Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan yang menyebut banyak pelaku usaha tidak mendapatkan bantuan BLT UMKM. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id– Bantuan langsung tunai (BLT) bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mulai disalurkan. Namun, masih ada sejumlah pelaku UMKM belum menerima bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM ini. Hal ini dikatakan seorang warga Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Bintan, Meli.

BACA JUGA: 70.299 UMKM Kepri akan Terima Bantuan

Menurutnya, masyarakat kecewa dengan pengurusan bantuan untuk masyarakat yang dilakukan pemerintah desa. Sebab, masyarakat sudah menyerahkan data untuk pengajuan permohonan bantuan UMKM antara lain fotokopi kartu keluarga dan KTP.

“Mereka yang sudah menyerahkan data malah tidak mendapatkan bantuan,” katanya. Dia juga mengatakan, banyak masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil dan menengah tidak menerima bantuan.

“Yang tidak memiliki usaha malah mendapatkan bantuan, sementara yang memiliki usaha tidak mendapatkan bantuan,” katanya. Tidak hanya itu, dia juga mengatakan, bantuan bagi pelaku UMKM banyak dinikmati perangkat desa.

“Banyak pelaku usaha kecil tidak mendapatkan bantuan, sementara orang-orang di kantor desa, kaur desa malah mendapat menikmati bantuan UMKM itu,” katanya.

Menurutnya, penyaluran bantuan bagi para pelaku UMKM di Desa Pengujan sudah tidak tepat sasaran. “Bantuan PPKM untuk pelaku UMKM di Desa Pengujan, saya rasa tidak tepat sasaran,” katanya.

Seorang pelaku usaha, Emi mengatakan, data sudah diberikan ke perangkat desa. Tapi dirinya belum menerima bantuan UMKM. “Belum ada lagi, data-data KTP dan KK sudah diantar ke kantor desa,” kata wanita yang berjualan kue di warungnya.

Dia berharap, usaha yang dimilikinya mendapatkan bantuan UMKM tersebut. “Semoga dapat keluar bantuan untuk warung ibula, buat modal,” katanya.

Sementara Kades Pengujan, Zulfitri menjelaskan, warga bernama Meli tidak pernah mengajukan permohonan bantuan UMKM, sementara pelaku usaha bernama Emi mendapatkan bantuan UMKM.

“Meli itu tidak pernah mengajukan, bagaimana mau dapat, kalau Bu Emi setelah kita kroscek, namanya keluar sebagai penerima bantuan UMKM,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya hanya mendata masyarakat yang memiliki usaha dengan mengambil fotocopy KTP dan KK. Kemudian data tersebut dikirim melalui aplikasi ke pemerintah pusat.

“Jadi yang menentukan dapat atau tidaknya orang pusat, bukan kami di desa. Cuman banyak masyarakat yang tidak paham, dikarenakan banyaknya bantuan, salah persepsi, tidak mengerti, malah bahasannya kami (pemerintah desa) yang membagi-bagikan bantuan, padahal bukan kami,” jelasnya.

Terkait ada perangkat desa yang juga mendapatkan bantuan UMKM, dia menjelaskan, kriteria penerima bantuan UMKM tidak tergantung pekerjaan.

“Usaha itu kan tidak tergantung pekerjaan, jadi ada yang dapat ada yang tidak dapat. Jadi kesannya, bantuan ini dibagi-bagikan untuk orang desa, padahal bukan begitu. Ini lebih ke nasib la, siapa yang mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, dapat atau tidaknya bantuan bisa dicek di pesan yang dikirim ke email penerima bantuan.

“Jadi, setelah dicek di email, Bu Emi ternyata mendapatkan bantuan. Kemudian mengambil bantuan bukan di kami (desa), tapi di bank,” jelasnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul