Nasional

Hadiah Istimewa lewat Helikopter dan Pesawat Tempur untuk HUT Ke-76 RI

Pesawat TNI AU ketika bermanuver di udara. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

batampos.id – Bendera Merah Putih raksasa akan berkibar di langit Jakarta besok (17/8). Diterbangkan enam helikopter TNI Angkatan Udara (AU), atraksi itu kali pertama dilakukan dalam peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Call sign-nya Nusantara Flight, dipimpin Letkol Penerbang Akhmad M. Mulyono,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah saat dikonfirmasi Jawa Pos kemarin (15/8).

Atraksi tersebut merupakan bagian dari kado istimewa TNI-AU untuk Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Indonesia. Keenam helikopter yang ikut andil dalam Nusantara Flight terdiri atas 1 helikopter jenis EC-725 Caracal dari Skadron Udara 8, 3 helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud, serta 2 helikopter NAS-332 L1 Super Puma dari Skadron Udara 45.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meninjau langsung persiapan akhir di Pangkalan Udara (Lanud) TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kemarin. ”Ini merupakan geladi bersih dari rangkaian geladi yang telah dilaksanakan pada 13 dan 14 Agustus,” terang Indan.

Selain Nusantara Flight, kado lain dari TNI-AU adalah Garuda Flight. Delapan pesawat tempur F-16 bakal terlibat dalam aksi tersebut.

Dalam geladi bersih kemarin, delapan F-16 yang take off dari Lanud TNI-AU Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, melakukan flypast dengan formasi arrowhead pada ketinggian 1.000 kaki di atas Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Misi penerbangan dengan call sign Garuda Flight itu dipimpin Letkol Penerbang Agus Dwi Aryanto. Agus merupakan komandan di Skadron Udara 3 Lanud TNI-AU Iswahjudi.

’’Delapan pesawat tempur itu juga akan melakukan manuver bomb burst tepat di atas Istana Merdeka,” jelas Indan.

Meski di tengah pandemi Covid-19, semangat merayakan hari kemerdekaan masih menyala di berbagai penjuru negeri yang diwujudkan dalam beragam bentuk.

Di Nusa Tenggara Timur, para musisi Flores akan menggelar festival musik bertajuk Flores the Singing Island Festival. Acara yang disiarkan kanal YouTube Kementerian Pariwisata itu digelar hari ini, 17 Agustus, pukul 14.00 WIB. ’’Indonesia tahun ini dapat kado dari orang Flores,’’ kata Ivan Nestorman, penggagas acara yang juga seniman asal Flores, saat konferensi pers virtual kemarin.

Dalam festival, kata Ivan, nanti ada delapan sanggar dan para diaspora yang melantunkan lagu secara berurutan sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing. Festival itu sekaligus untuk menaikkan brand musik Flores ke panggung nasional maupun internasional.

Ivan mengatakan, keragaman musik di Flores selama ini belum banyak didengar. Padahal, delapan kabupaten di Flores memiliki ciri khas musik tersendiri.

Hal itu bahkan sudah dirasakan Jaap Kuns, seorang etnomusikolog terkenal Belanda yang pernah mampir di Flores dan merekam musik di sana pada 1930.

’’Di (Kabupaten) Ngada unik punya gaya Jai. Nada puncak selalu sol. Sol itu nada paling anggun mereka,’’ kata Ivan. Kemudian ada irama dolo-dolo di Larantuka, irama gawi di Ende, hingga bladu bladat, mbata, dan ndundundake yang tersebar di berbagai daerah. ’’Di Tanjung Bunga, mereka mempunyai cara bernyanyi dua bagian dengan harmoni yang rapat seakan-akan kedengaran disonan,’’ jelasnya.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina mengapresiasi pelaksanaan festival musik di Flores. Itu menunjukkan Flores punya aset kebudayaan yang besar.

Shana menambahkan, untuk BPOLBF, festival musik Flores akan menambah ajang promosi. Sebab, ada hal lain yang bisa ditawarkan dari sisi pariwisata. ’’Tadinya kita cuma jual komodo, sekarang punya hal lain yang bisa kita tawarkan,’’ imbuhnya.

Salah seorang musisi Flores Timur yang terlibat dalam festival, Gabriela Fernandez, menyebut festival menjadi ruang menyalurkan kreasinya. ’’Karena selama ini jarang sekali,’’ ujarnya.

Nun di persawahan Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, puluhan Merah Putih juga berkibar gagah. Karena tahun ini merupakan ulang tahun ke-76 Indonesia, sebanyak 76 bendera dikibarkan di sana. Salah satunya berukuran besar.

Ada pesan penting di baliknya: menggelorakan semangat kebangsaan, nasionalisme, dan menjaga swasembada. ’’Kami juga berharap petani tetap semangat dalam mempertahankan swasembada pangan di tengah pandemi,’’ tutur Didik Haryono, kepala Desa Soco, kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Partini, petani Soco, mengatakan, melihat Merah Putih berkibar kala dirinya menggarap sawah membuat jantungnya bergetar. ’’Senang, teringat masa-masa mengikuti upacara di sekolah dulu,’’ kata Partini.

Emas dan Rekor Olimpiade

Greysia Polii/Apriyani Rahayu tidak hanya sukses merebut emas ganda putri Olimpiade Tokyo 2020.

Tapi, juga jadi ganda putri pertama non unggulan yang berhasil melakukannya. Capaian mereka juga berarti Indonesia pernah merebut emas Olimpiade di semua nomor.

Kado Manis Agustusan

Pada Agustus 1945, proklamasi dikumandangkan di tengah situasi sulit. Pada Agustus sekarang tahun ini, sejumlah raihan menggembirakan juga tercapai di tengah hantaman pandemi Covid-19.

Buatan Anak Bangsa Segera Mengudara

Pesawat udara nirawak (PUNA) Elang Hitam adalah drone militer pertama buatan Indonesia. Mampu terbang selama 30 jam nonstop dengan radius 250 km dan dilengkapi sistem persenjataan berupa rudal. Menurut BPPT, Elang Hitam ditargetkan mengudara perdana pada akhir 2021 ini.

Resmi Keluar dari Resesi

Setelah sembilan bulan, Indonesia akhirnya bisa keluar dari jurang resesi. Data Badan Pusat Statistik memperlihatkan, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 bertengger tinggi di level 7,07 persen. Padahal, pada kuartal I masih terpuruk di angka -0,74 persen. Raihan 7,07 persen tersebut menjadi yang tertinggi sejak krisis 2008.

Dihapusnya Tes Pemicu Kontroversi

TNI Angkatan Darat (AD) menghapus aturan pemeriksaan selaput dara atau tes keperawanan yang selama ini memicu kontroversi dan dianggap diskriminatif oleh kelompok aktivis perempuan. Penghapusan itu berlaku untuk seleksi personel TNI-AD mulai tamtama sampai perwira. Komnas Perempuan mengapresiasi keputusan yang diumumkan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa itu.

Golden Leopard dari Locarno

Prestasi membanggakan juga diraih dunia film. Film garapan Edwin yang diangkat dari novel Eka Kurniawan berjudul Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash (Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas) diganjar penghargaan Golden Leopard dalam Locarno International Film Festival 2021 di Locarno, Swiss. Inilah kesuksesan pertama wakil Indonesia meraih penghargaan tersebut di festival itu. Kabar baik lain, film garapan Kamila Andini yang bertajuk Yuni juga bakal tayang perdana dan berkompetisi di Toronto International Film Festival 2021. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim