Properti

Harus Tega Potong Cabang yang Dominan Mengombinasikan Tanaman Buah

Beberapa tanaman kombinasi hasil tangan Denny Yudha Setyawan. Utak-atik ini dilakukan sejak 1995. f. ANGGER BONDAN/JAWA POS

batampos.id – Tanaman bunga kombinasi mungkin sudah kerap ditemui. Misalnya, bugenvil yang dalam satu pohonnya terdiri atas bunga berwarna putih dan pink. Namun, bagaimana dengan tanaman buah kombinasi? Hal itu cenderung masih sulit ditemui. Salah satu yang sedang menekuninya adalah Denny Yudha Setyawan.

Utak-atik tanaman menjadi kesenangan tersendiri bagi Denny sejak dia masih berkuliah, yakni sekitar 1995. Satu hal yang paling disukainya adalah mengombinasikan tanaman buah.

’’Suka menanam, tapi lahan terbatas. Solusinya, ya diutak-atik jadi tanaman kombinasi. Di rumah kami ini mending, masih ada lahan. Dulu di rumah ibu saya, cuman ada sepetak,’’ katanya kepada JPGROUP.

Sudah tidak terhitung berapa tanaman yang menjadi ’’pasien’’ selama 26 tahun tersebut. Namun kini yang sedang bertengger manis di teras rumahnya adalah puluhan tana­man buah kombinasi. Beberapa merupakan pesanan orang lain yang mengenalnya dari Instagram. Di antaranya, kombinasi jeruk lemon dan kalamonde, jambu bangkok dan jambu alpukat (avokad), sirsak dan srikaya mulwo, serta dewandaru dan beach cherry.

’’Kebetulan istri juga suka tanaman. Saya tanam juga buah-buah nostalgia masa kecil istri saya, kebetulan juga sudah langka. Misalnya, dewandaru, buah yang dikeramatkan di Gunung Kawi itu, lho,’’ katanya. Meski membikin happy, mengombinasikan tanaman buah dinilai Denny cukup rumit. Sebab, lebih banyak kemungkinan gagal daripada berhasil.

Untuk itu, dibutuhkan ketelatenan yang tinggi. ’’Kalau gagal, ya coba lagi, coba lagi sampai berhasil,’’ ujarnya. Tentu tidak semua jenis buah bisa asal dikombinasikan. Yang jelas, jenis dan pertumbuhannya harus sama. Denny memberikan contoh mangga apel dan mangga gadung. Meski sama-sama mangga, pertumbu­han mangga gadung cenderung lebih lambat. ’’Pasti bisa, tapi jelek hasilnya,’’ katanya.

Hasil buah kombinasi nanti mengikuti cabang tiap jenis buah. Jadi, jangan bayangkan sifat tiap jenis buah akan bercampur aduk. Namun, ada kemungkinan sifat yang kuat terbawa ke cabang buah lainnya. Misalnya, mangga gedong gincu dan mangga podang.

’’Saya pernah coba ini, hasil buah­nya semua menjadi harum seperti sifat mangga gedong gincu. Enggak semua bisa jadi begitu, tapi ada ke­mungkinan,’’ katanya.

BACA JUGA: Syngonium, Tanaman Hias yang Tidak Manja, Bikin Happy dan Cepat Tumbuh

Nah, tanaman yang dipilih sebagai batang bawah adalah yang memiliki perakaran kuat. Selain mangga gedong gincu, contoh lainnya adalah mangga lali jiwo.

Untuk metode kombinasi, Denny menerapkan berbagai cara. Misalnya, sambung pucuk untuk tanaman berusia dini, okulasi untuk tanaman yang berukuran sedang (diameter batang seukuran jari kelingking orang dewasa), dan sambung sisip untuk tanaman yang sudah cukup besar.

’’Karena tiap tanaman memiliki karakteristik kulit batang dan kambium yang berbeda-beda, saya pakai perasaan aja. Dicoba pakai sambung pucuk dan okulasi. Mana nanti yang paling cocok,’’ katanya.

Selain ketelatenan, satu hal yang ditekankan Denny jika ingin mengombinasikan tanaman buah. Yakni, harus tega. Te­ga dalam artian harus mere­lakan satu cabang yang terlalu dominan untuk dipotong. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung