Nasional

Jokowi Sebut Pengetatan Mobilitas Masyarakat Tak Bisa Dihindari

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, angka Covid-19 yang terus mengalami kenaikan di dalam negeri, telah membuat pemerintah memutuskan untuk membatasi mobilitas masyarakat. (dok DPR RI)

batampos.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, angka Covid-19 yang terus mengalami kenaikan di dalam negeri, telah membuat pemerintah memutuskan untuk membatasi mobilitas masyarakat. Pembatasan itu dilakukan seiring juga dengan adanya jaring pengaman masyarakat berubah bantuan sosial (bansos).

“Pengetatan mobilitas yang tidak bisa dihindari, dan ini membuat pemerintah harus memberikan bantuan sosial yang lebih banyak dibanding pada situasi normal,” ujar Jokowi dalam pidato kenegaraanya di Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (16/8).

Jokowi juga mengatakan, saat ini pemerintah telah memberikan bermacam-macam bansos bagi masyarakat. Bansos ini juga diberikan pemerintah lebih banyak dari sebelum-sebelummya.

Menurutnya, program bansos yang diberikan oleh pemerintah adalah, Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Diskon Listrik, Subsidi Gaji, Bantuan Produktif Usaha Mikro, Bantuan Sosial Tunai, BLT Dana Desa, dan Program Kartu Pra Kerja juga terus ditingkatkan.

“Kemudian Subsidi Kuota Internet untuk daerah-daerah PPKM juga semaksimal mungkin diberikan kepada tenaga kependidikan, murid, mahasiswa, guru, dan dosen,” katanya.

Karena itu, lanjut Jokowi, di masa pandemi Covid-19 ini pemerintah juga memastikan agar masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan yang layat. Termasuk fokus lainnya adalah mendongkrak ekonomi nasional.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga mengakui pandemi Covid-19 yang terjadi di tanah air telah menghambat pertubuhan ekonomi di dalam negeri. Namun pandemi ini tidak menjadikan pemerintah berhentu untuk melakukan reformasi struktural ekonomi.

“Pandemi memang telah banyak menghambat laju pertumbuhan ekonomi, tetapi pandemi tidak boleh menghambat proses reformasi struktural perekonomian kita,” pungkasnya. (*)