Bintan-Pinang

Pekerjaan Tangga Sandar Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban Telan Rp 199 Juta, Kadishub: Pekerjaan Agak Njelimet

Pekerjaan tangga sandar di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban selesai dibangun. F.Dishub Bintan

batampos.id- Tangga sandar yang ambruk dan mengakibatkan sejumlah penumpang speedboat menjadi korban di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan, Jumat (29/1) lalu telah selesai dibangun. Pelabuhan tangga sandar tersebut telah menelan anggaran lebih kurang Rp 199 juta.

BACA JUGA: Pengembangan Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Bintan Butuh Suntikan APBN

Kadis Perhubungan Bintan, M Insan Amin mengatakan, pekerjaan tangga sandar yang ambruk dalam waktu pelaksanaan 60 hari kalender telah selesai dibangun. “Sudah selesai dibangun,” katanya.

Menurutnya, pekerjaan penunjang dermaga pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara dengan nilai kontrak Rp 199.856.861. “Alokasi anggaran dari APBD Bintan,” katanya.

Dijelaskannya, pekerjaan tangga sandar melingkupi pembongkaran dan pembuatan tangga pelabuhan dengan mengunakan tiang pancang beton 25 sentimeter, reling tangga, dan perbaikan reling pagar. “Pekerjaannya agak njelimet,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah calon penumpang speedboat Tanjunguban. Bintan-Telagapunggur, Batam, tercebur ke laut usai tangga sandar di pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan, ambruk, Jumat (29/1) sekira pukul 15.30 WIB.

Salah satu korban yang mengalami luka parah dilarikan ke RSUD EHD Tanjunguban. Salah satu warga, Arifin yang kebetulan berada di lokasi kejadian menuturkan, korban ada yang bekerja di rumah sakit dan mereka hendak pulang ke Batam.

Salah satu penumpang, Gunawan nyaris menjadi korban jika tidak segera melompat ke lokasi yang lebih aman. “Pas tangga mulai ambruk saya lompat ke atas,” katanya.

Usia kejadian itu, para korban yang sudah basah kuyup diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit. Dia menduga ambruknya tangga pelabuhan karena korosi sehingga besi cor karat dan tidak kuat menahan beban.

Dia berharap perhatian pemerintah terkait ambruknya tangga pelabuhan. “Keselamatan penumpang yang utama, jangan sampai ada korban lagi,” harapnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul