Covid-19

Petugas Pemulasaran Jenazah Juga Sosok Pahlawan Covid-19

Tim pemulasaran jenazah Covid-19 Sumiyati. (Zoom)

batampos.id – Selama pandemi Covid-19, tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat adalah garda paling depan yang mengorbankan waktu, tenaga bahkan nyawa dalam menyelamatkan pasien. Selain nakes, petugas pemulasaran jenazah Covid-19 juga dinilai menjadi pahlawan di era pandemi.

Dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, petugas pemulasaran jenazah Covid-19 diangkat sosoknya sebagai garda terakhir sebelum pasien yang meninggal dimakamkan. Meski jarang terekspos dan tidak diketahui banyak orang karena bertugas di garda terakhir, profesi pemulasaran jenazah memiliki peran yang besar dalam penanganan Covid-19.

Salah satunya seperti sosok Sumiyati, salah satu petugas pemulasaran jenazah Covid-19 di Jakarta. Perwakilan Sania Tepung Terigu dari Wilmar Indonesia Novita Sari mengatakan dalam kampanye ‘From Sania to Covid Hero’
seluruh elemen masyarakat diajak bersama-sama mengambil peran dalam mendukung perjuangan pahlawan Indonesia masa kini. Di era pandemi ini para pahlawan yakni khususnya tenaga medis dan tim-tim lain yang bergerak dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Terpilihlah satu sosok anggota tim pemulasaran jenazah Covid-19 yang sangat berjasa, yaitu ibu Sumiyati,” ujar Novita dalam webinar baru-baru ini.

Sumiyati harus bekerja menggunakan APD dengan protokol kesehatan yang ketat demi tetap aman dalam bertugas memakamkan para korban Covid-19. Sebagai seorang petugas pemulasaran jenazah, Sumiyati mengaku memegang amanah yang besar dari masyarakat Indonesia yang sedih karena tidak bisa memakamkan keluarganya yang telah wafat akibat Covid-19.

“Untuk itu, kami juga mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk memperketat protokol kesehatan,” tuturnya.

Semua jenazah pasien Covid-19 dimakamkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Jenazah dimasukkan ke dalam kantong plastik yang tidak tembus, disegel dan tidak boleh dibuka. Lalu juga didisinfektan. Kantong jenazah dimasukkan dalam peti kayu. Dan petugasnua seperti Sumiyati menggunakan APD lengkap. Maka masyarakat diminta memahami protokol pemulasaran jenazah dan selalu diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan untum mencegah penularan Covid-19. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim