Ekonomi & Bisnis

PLN Kembangkan 32 Kawasan Konservasi Flora dan Fauna

ILUSTRASI: Wajah Kali Semarang setelah dilakukan konservasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Program konservasi kawasan sungai menjadi wujud kepedulian BRI yang senantiasa berupaya memberikan value kepada masyarakat di sekitar area operasional perusahaan. (BRI for JawaPos.com)

batampos.id – Sebanyak 32 kawasan konservasi flora dan fauna yang tersebar di seluruh Indonesia sedang dikembangkan PT PLN (Persero). Kegiatan itu meliputi konservasi terumbu karang, penanaman mangrove, konservasi satwa endemik seperti tarsius, penyu, burung endemik asli Papua dan berbagai satwa langka lain.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, hal tersebut merupakan komitmen PLN untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan pilar lingkungan dengan nilai sekitar Rp 5,2 miliar. Pengembangan itu merupakan salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN.

’’Program konservasi ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menggunakan inovasi Teknologi Kelistrikan dalam Transplantasi Terumbu Karang yang dinamakan system biorock,’’ tutur Agung dalam keterangan tertulis, Selasa (17/8).

Baca juga:
4 Juta Pelanggan PLN Dapat Potongan Harga Selama PPKM
“Sistem ini memanfaatkan listrik arus lemah sehingga mampu mempercepat pertumbuhan karang hingga hampir dua kali lipat daripada kondisi normal,” sambung dia.

Sebagai contoh, program konservasi alam yang melakukan rehabilitasi terumbu karang di kawasan Pantai Sebalang Lampung. Dengan program tersebut, pihaknya telah meningkatkan tutupan terumbu karang di lokasi Sebalang dari sebelumnya 11,65 persen pada 2016 saat sebelum pelaksanaan program menjadi 61 persen tutupan karang hidup di lokasi tersebut hingga 2021.

BACA JUGA: BRI Konservasi Kawasan Sungai di 19 Titik di Indonesia

’’Dengan kegiatan konservasi ini juga meningkatkan jumlah ikan di laut yang akan berdampak pada jumlah kenaikan ekonomi bagi nelayan. Tak hanya itu, dengan adanya terumbu karang yang maka bisa mempercantik pemandangan di dasar laut yang juga akan menjadi objek wisata baru,” tutur Agung.

Sutedjo, nelayan Sebalang mengaku bahwa tangkapan ikannya semakin meningkat sejak program konservasi ini dilaksanakan. ’’Sebelum diadakan program konservasi sekali melaut hanya mendapatkan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Setelah program konservasi penghasilan melaut meningkat menjadi Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu,” ungkap Sutedjo.

Di sisi PLN, dengan bersihnya air laut akibat konservasi terumbu karang, pembangkit akan meningkat kinerjanya. Hal itu disebabkan semakin berkurangnya potensi gangguan pembangkit akibat sampah yang masuk di water intake PLTU. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung