Bintan-Pinang

Ingat, Harga Tes Antigen di Pelabuhan SBP Rp 125 Ribu

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) periksa surat rapid tes antigen calon penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, belum lama ini. F. Peri Irawan

batampos.id- Terhitung Rabu (18/8) berlaku tarif baru untuk pembayaran rapid tes antigen di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Rp 125 ribu yang sebelumnya Rp 150 ribu.

BACA JUGA: Biaya Tes Rapid Antigen di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan Turun Menjadi Rp 125 Ribu

Asisten Manajer Terminal SBP Tanjungpinang, Raja Junjungan menjelaskan atas informasi dari pihak kimia farma terhitung Rabu (18/8) mulai berlaku harga baru untuk rapid tes antigen di Pelabuhan SBP Tanjungpinang.

“Berdasarkan surat edaran dari direksi mereka harga antigen di pelabuhan mengalami penurunan dari Rp 150 ribu menjadi Rp 125 ribu,” kata Raja ke Batam Pos, Rabu (18/8).

Menurutnya selain untuk memberi keringanan calon penumpang, juga mengikuti arahan presiden agar tarif polymerase chain reaction (PCR) dan rapid tes antigen diturunkan.

Di Pelabuhan SBP Tanjungpinang saat ini masih diberlakukan rapid tes antigen untuk syarat perjalanan ke semua daerah baik dalam provinsi maupun ke luar daerah. “Setiap penumpang yang akan berangkat ke semua daerah masih harus antigen,” sebutnya.

Selama ini, Raja mengaku belum pernah menerima langsung keluhan dari calon penumpang terkait tarif antigen pada harga Rp 150 ribu, selain itu untuk pembayaran langsung kepada pihak kimia farma buka pihak pelabuhan.

“Palingan keluhan sebatas obrolan, kalau harga antigen lebih mahal daripada tiket kapal. Tapi itu ketetapan pemerintah dan kami hanya menjalankan aturan yang ada,” ucapnya.

Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, Raja menyebutkan aktivitas di pelabuhan sudah mengalami peningkatan, kapal antar pulau banyak yang kembali beroperasi.

“Terhitung Selasa (17/8) kemarin, kapal ke Daek Lingga kembali jalan, kapal tujuan Karimun yang selama PPKM level 4 hanya satu kapal sekarang ini kapal tujuan Dumai, Bengkalis, Selat Panjang sudah bisa beroperasi,” paparnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul