Nasional

Jaga Kemerdekaan, Perkuat Persatuan & Kesatuan

Pesan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, di HUT ke-76 RI

Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad, bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Kepri di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Selasa (17/8). ( Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos)

batampos.id – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengajak masyarakat menjaga kemerdekaan Republik Indonesia dengan memperkuat persatuan dan kesatuan, sebagai bentuk rasa syukur akan nikmat kemerdekaan dan rasa terima kasih para pejuang kemerdekaan.

”Mari kita bersyukur kepada Sang Pencipta, karena hanya berkat rahmat dan karunia-Nya, maka para pahlawan dan pendahulu kita dapat meraih kemerdekaan bangsa yang sangat dicintai ini,” ujar Ansar, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Bendera Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Kepri, di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepri Tanjungpinang, Selasa (17/8).

Meski dilaksanakan secara luring dan daring lantaran pandemi Covid-19, namun tak mengurangi nilai dan makna dari peringatan kemerdekaan RI. Pasukan upacara dan undangan hadir secara langsung tetap mematuhi protokol kesehatan (protkes) yang ketat, dengan didahului tes antigen sehari sebelumnya.

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad. (Dok Humas Pemprov Kepri)

Bertindak selaku Komandan Upacara, Mayor POM Andhik Yudhi Saputro, dan Perwira Upacara, Kapten Kes Agus Sumanto, dari Lanud RHF Tanjungpinang. Sedangkan pembaca teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak; pembaca teks UUD 1945, Aidil Akbar; pembawa baki Bendera Merah Putih, Nur Azhima; dan pembaca doa Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto.

Pasukan upacara terdiri dari Ton Korem/033 WP, Ton Lantamal IV, Ton Lanud RHF, Ton Polres Tanjungpinang, Ton Satpol PP, Ton ASN, Ton Mahasiswa, Ton organisasi, dan Ton Siswa SMA/SMK.

”Kemerdekaan yang telah diraih ini haruslah terus kita jaga dengan sebaik-baiknya. Selain dengan cara memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa, kita harus memaknai kemerdekaan ini dengan semangat pantang menyerah dan semangat kemandirian sesuai yang digambarkan dalam tema Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, yaitu, ’Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh’,” kata Ansar.

Menurut Ansar, Indonesia sekarang sudah berada di era pasca modern, dengan fenomena post truth, maka makna “merdeka” harus nyata dirasakan publik, agar tidak mudah termakan hoaks yang semakin gencar seiring berkembangnya media sosial.

”Ditambah lagi dengan terpaan pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun melanda bangsa kita dan bangsa di dunia. Pandemi Covid-19 bukan saja menjadi permasalahan suatu negara ataupun daerah tetapi sudah menjadi isu global,” jelasnya.

Berbicara mengenai suatu bangsa yang mandiri dan berdaulat, lanjutnya, tentu fondasi pertama yang menjadi prioritas adalah pembangunan sumber daya manusia.

”Strategi pembangunan SDM yang tepat ini diharapkan akan menghasilkan manusia yang unggul dan berdaya saing. Strategi pembangunan SDM suatu negara atau daerah akan menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan global. Hal tersebut dikarenakan penguatan SDM menuju manusia unggul akan meningkatkan produktivitas kerja dalam berbagai lini dan bidang,” paparnya.

Menurut Ansar, hal itu beriringan dengan harapan strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan potensi bonus demografi dan limpahan sumber daya alam yang sesuai dengan visi Provinsi Kepulauan Riau, yakni “Terwujudnya Kepulauan Riau yang Makmur, Berdaya Saing, dan Berbudaya”.

Ansar juga menyampaikan terkait permasalahaan dan isu strategi di Provinsi Kepri. Selain permasalahan kesenjangan pembangunan nasional, juga yang menjadi isu sebagai daerah perbatasan adalah tentang keamanan.

”Ini akan tetap menjadi fokus perhatian pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kita terus memerangi kasus-kasus kejahatan yang dilakukan di laut seperti illegal fisihing, illegal logging, illegal meaning, human traficking, dan terorisme hingga peredaran narkoba,” paparnya

Turut menghadiri upacara HUT kemerdekaan RI kemarin, Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina; Pangkogabwilhan I, Laksdya TNI Muhammad Ali; Ketua TP-PKK Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar; Kapolda Kepri, Irjen Pol Dr Aris Budiman; Kajati Kepri, Hari Setiyono; Danrem 033 Wirapratama, Brigjend TNI Jimmy Ramoz Manalu; Danlantamal IV, Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto; Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Laksma Bakamla Hadi Pranoto; dan Kabinda Kepri, Brigjen Pol Riza Celvian Gumay.

Selain itu, hadir juga Danlanud RHF, Kolonel Pnb A. Donie P; Kaban Pers Guskamla Koarmada I, Letkol Ali Subhan; Pjs Sekdarov Kepri, Lamidi; para pimpinan instansi vertikal, Kepala LVRI Kepri, Ketua LAM Kepri, Ketua MUI Kepri, para asisten Pemprov Kepri, staf ahli, staf khusus dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) baik yang hadir langsung maupun virtual.

Sementara pada upacara penurunan bendera merah putih pada sore harinya, bertindak sebagai Irup adalah Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina.

Ikuti Detik-detik Proklamasi dari Istana Negara

Setelah menggelar upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, juga mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi RI dari Istana Negara melalui video conference dari Gedung Daerah Tanjungpinang. Dalam kesempatan tersebut, tampak gubernur dan wagub mengenakan pakaian adat Melayu lengkap.

Turut hadir pada acara itu, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak; Pangkogabwilhan, I Laksdya TNI Muhammad Ali; Kapolda Kepri, Irjen Pol Dr Aris Budiman; Kajati Kepri, Hari Setiyono; Danrem 033 Wirapratama, Brigjend TNI Jimmy Ramoz Manalu; Danlantamal IV, Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto; Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Laksma Bakamla Hadi Pranoto; Kabinda Kepri, Brigjen Pol Riza Celvian Gumay; Danlanud RHF, Kolonel Pnb A. Donie P; Kaban Pers Guskamla Koarmada I, Letkol Ali Subhan; Ketua TP-PKK Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar; dan Pjs Sekdalrov, Kepri Lamidi.

Dari Istana Negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bertindak selaku inspektur upacara mengenakan pakaian adat Lampung dan Wapres Ma’ruf Amin mengenakan pakaian adat Sunda.

Sama seperti tahun 2020, upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini pun hanya dihadiri undangan terbatas yang terlibat dalam rangkaian upacara peringatan. Hal tersebut dilakukan untuk lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat karena pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Tim Indonesia Tangguh didaulat sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di Istana. Bertugas sebagai pembawa bendera Merah Putih, Ardelia Muthia Zahwa yang merupakan perwakilan dari Provinsi Sumatera Utara.

Tiga lainnya yang bertugas untuk mengibarkan bendera adalah Aditya Yogi Susanto sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Gorontalo. Kemudian, Dika Ambiya Rahman sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi Jawa Barat, dan Ridho Hadfizar Armadhani sebagai pengerek bendera yang mewakili Provinsi Lampung.

Sementara itu, bertindak sebagai Komandan Upacara Asops Kosekhanudnas II Makassar, Kolonel Pnb. Putu Sucahyadi, sebagai Komandan Kompi Paskibraka Danki Pandu Udara Denpandutaikam Brigif Para Raider 18/2 Kostrad Kapten Inf. Suryadi Nataatmaja, dan sebagai perwira upacara Kepala Staf Garnisun Tetap I/Jakarta, Brigadir Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya.

Selanjutnya, Ketua DPR RI, Puan Maharani, bertindak sebagai pembaca teks Proklamasi dan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, didaulat jadi pembaca doa. (*)

Reporter : JAILANI
Editor : MOHAMMAD TAHANG