Nasional

Mengaku Ngantuk, Bendera Merah Putih Terpasang Terbalik di Aceh Barat

Peristiwa terbaliknya pemasangan bendera merah putih di halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Aceh Barat di Meulaboh, yang beredar melalui media sosial, Selasa (17/8/2021). ( ANTARA/HO)

batampos.id – Insiden bendera Merah-Putih terbalik kembali terjadi, kali ini di Kabupaten Aceh Barat. Kejadian ini berlangsung di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Aceh Barat, Selasa (17/8).

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Aceh Barat Tarfin menegaskan insiden terbaliknya pemasangan bendera merah putih (jadi putih merah) di halaman kantor setempat, merupakan peristiwa yang tidak disengaja, dikutip dari Antara.

“Kami tegaskan bahwa insiden berkibarnya bendera merah putih secara terbalik di halaman kantor ini karena kealpaan petugas jaga malam, karena saat benderanya dipasang, diduga petugasnya masih mengantuk,” kata Tarfin yang dihubungi di Meulaboh, Selasa malam.

Ia juga mengatakan, setelah melakukan pemasangan bendera, petugas jaga malam yang tidak disebutkan identitasnya tersebut, langsung pulang ke rumah tanpa melihat lebih jelas kondisi bendera.

Peristiwa tersebut, kata Tarfin, kemudian diduga direkam warga dan tersebar melalui media sosial.

Tarfin menegaskan atas kejadian tersebut, ia juga menegur petugas jaga malam agar ke depan lebih berhati-hati saat melakukan pemasangan bendera merah putih pada pagi hari, meski dalam kondisi mengantuk.

Bendera yang terbalik tersebut kemudian langsung diturunkan dan dikibarkan lagi sebagaimana mestinya.

“Insiden terbaliknya bendera merah putih ini juga tidak terkait dengan Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Tarfin menegaskan.

Ia menyatakan insiden tersebut murni kealpaan petugas jaga malam yang masih mengantuk saat mengibarkan bendera merah putih, katanya menuturkan.

Insiden berkibarnya bendera terbalik di halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Aceh Barat menjadi perhatian masyarakat, karena beredar di media sosial. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim