Metropolis

Pengelola Ponpes An Nur Melur Minta Akses Masuk Jangan Ditutup

Pimpinan Ponpes An Nur Melur, Ujang.

batampos.id – Warga kampung Melur, RW 01, Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang masih dilanda perasaan was-was. Sebab, ancaman penutupan akses jalan oleh pihak pengelola wisata Pantai Glory Melur masih terjadi hingga saat ini.

“Sudah berulang kali kami protes, tapi pihak Glory Melur tetap ngotot mau tutup akses jalan ke kampung kami. Alasannya jalan yang sudah sejak dahulu kami pakai itu masuk lahan dia,” ujar Paulus, warga kampung wisata pantai Melur ketika ditemui kemarin.

Ketua RW 01 Kelurahan Sijantung, Barnas juga memohon agar akses jalan yang sudah ada sejak dahulu kala itu untuk tidak diganggu tetap tak digubris oleh pihak pengobatan pantai Glory Melur, selaku pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan di lokasi jalan.

“Sering terjadi keributan. Terakhir pekan kemarin, untung ada Polisi dan TNI AL yang menengahi. Mereka datang dengan alat berat mau nutup jalan ya warga tak terima. Ada 240 Kepala Keluarga yang bergantung dengan akses jalan itu.,” Ujar Barnas.

Untuk itu Barnas berharap agar ancaman penutupan akses jalan itu segera dihentikan demi kenyamanan bersama. Dia mengakui jalan tersebut sudah lama ada dan sudah menjadi akses utama warga sekitarnya termasuk pengunjung lokasi wisata pantai Melur.

Harapan serupa juga disampaikan oleh pimpinan pondok pesantren An Nur Ujang. Kepada Batam Pos, Ujang mengaku tak ada akses jalan lain lagi jika jalan tersebut ditutup. Dia berharap agar pihak Glory Melur membuka hati untuk tidak menutup akses jalan tersebut. “Sudah berulang kali kami sampaikan bahwa jalan ditutup jalan itu tapi mereka tetap ngotot. Kami hanya bisa berdoa supaya Allah membantu kami. Ada 30 an anak-anak di dalam pondok kami,” ujarnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara
Editor: Chahaya Simanjuntak