Bintan-Pinang

Petugas Penggali Kubur Covid-19 di Tanjunguban, Bintan, Bekerja Tanpa Batas Waktu

Para petugas penggali kubur zenazah covid-19, (kiri ke kanan) Iqbal Isbaryadi, 45, Jamaludin, 36, dan Hadi Santoso, 38, ketika ditemui di Kantor Lurah Tanjunguban Selatan, Selasa (17/8) siang. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id- Selama pandemi covid-19, sejumlah petugas penggali kubur memiliki peranan yang penting selain tenaga kesehatan. Mereka bekerja keras tanpa batas waktu dalam proses pemakaman jenazah covid-19.

BACA JUGA: Untuk Isolasi Mandiri Desain Rumah Micro Covid-19

Seperti petugas penggali kubur dari Kecamatan Bintan Utara yang nyaris sehari-hari menyiapkan lubang makam jenazah covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU) Taman Firdaus di Kebun Lima, jalan raya Busung, Lintas Barat, Bintan.

Mereka antara lain Hadi Santoso, 38, Iqbal Isbaryadi, 45, dan Jamaludin, 36, ketika ditemui usai menerima bantuan dalam rangka peringatan hari kemerdekaan ke 76 Republik Indonesia di Kantor Lurah Tanjunguban Selatan, Selasa (17/8) siang.

Salah seorang petugas penggali kubur jenazah covid-19, Hadi Santoso mengatakan, lebih kurang 4 tahun menjadi petugas penggali kubur. “Bergabung dengan tim penggali kubur covid-19 sejak pandemi,” katanya.

Ketika pertama menggali kubur untuk jenazah covid-19, Hadi sempat khawatir karena takut terpapar covid-19. “Pertamanya kami takut karena kondisi covid-19 yang kayak gitu pada awal-awal pandemi,” ungkapnya.

Berjalan waktu, Hadi mulai memberanikan diri memakamkan jenazah covid-19. Ketika mendapat kabar untuk memakamkan jenazah covid-19 , Hadi hanya mengucap niat untuk ibadah dalam hati.

“Jadi sebelum memulai pekerjaan, kita niatkan untuk ibadah. Lama-lama mau bagaimana lagi, kita jalani dengan niat ibadah karena mencari petugas penggali kubur jenazah covid-19 tidak mudah,” kata pria yang memiliki pekerjaan lain sebagai tukang bangunan.

Petugas penggali kubur jenazah covid-19 dari Kecamatan Bintan Utara saat menyiapkan lubang untuk jenazah covid di TPU Taman Firdaus, jalan raya Busung, Lintas Barat, Lobam, belum lama ini. F.kiriman Firman

Selama menjadi petugas penggali kubur covid-19, Hadi mengatakan, ketika kasus kematian tinggi di Tanjunguban, mereka bisa memakamkan sekira 4 jenazah covid-19 dalam sehari. “Paling banyak 1 hari sampai 4 jenazah covid-19 yang dimakamkan,” sebutnya.

Hadi mengatakan, dalam menjalani pekerjaan sebagai penggali kubur covid-19 harus total karena bekerja tanpa batas waktu. Beberapa kali, Hadi yang sudah terlelap tidur harus terjaga karena mendengar suara handphone berdering mengabarkan ada jenazah covid-19 yang meninggal dunia dan harus segera dimakamkan.

“Mau jam 1 malam ada telepon, harus berangkat,” katanya mantap. Jamaludin, petugas penggali kubur covid-19 lain juga mengamini hal itu. “Pernah dari pagi sampai ke pagi di makam,” katanya.

Setiba di lokasi makam, Hadi mengatakan, mereka biasa menyiapkan lubang makam sebelum jenazah covid-19 dibawa dari rumah sakit ke lokasi pemakaman.

“Menggali satu makan membutuhkan waktu sekira 4 jam, kalau tanahnya berbatuan sekira 5 jam baru selesai,” kata warga Kampung Raya, Tanjunguban ini.

Pada saat pemakaman, Hadi mengatakan, pemerintah telah melengkapi mereka alat pelindung diri (APD) dan mereka menjalankan protokol kesehatan yang ketat, antara lain memakai masker.

Termasuk setelah melakukan pemakaman jenazah covid-19, Hadi mengatakan, mereka menjalankan protokol kesehatan yang ketat dengan langsung mandi sebelum bertemu keluarga.

“Hindari dulu bertemu keluarga. Kalau sudah mandi baru bisa bertemu keluarga. Intinya kami yang memiliki pekerjaan seperti ini harus enjoy, tidak boleh stress,” katanya.

Terkait banyaknya jenazah covid-19 yang sudah dimakamkan, Hadi berpesan agar masyarakat tidak takabur dengan covid-19 yang sedang melanda. “Jangan takabur, ikuti saja anjuran pemerintah dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” pesannya.

Sementara Camat Bintan Utara Firman Setyawan mengatakan, dukungan yang diberikan pemerintah antara lain suplemen vitamin dan alat pelindung diri ketika proses pemakaman jenazah covid-19.

“Kita sangat bersyukur atas kepedulian mereka para penggali kubur. Alhamdulillah mau jam 1 atau jam 2 malam, mereka ready,” katanya. Firman juga berterimakasih karena petugas penggali kubur karena bersedia meninggalkan keluarga untuk menjalankan tugas mulia ini.

“Kita berterimakasih ke mereka. Pas lagi nyenyak-nyenyaknya tidur, mereka mau meninggalkan keluarga untuk membantu kita,” katanya.

Firman juga mengatakan, setiap proses pemakaman jenazah covid-19, satgas covid-19 juga ikut mendampingi petugas penggali kubur covid-19 di lokasi pemakaman. “Tim penyemprotan juga standby di lapangan,” katanya.

Dia tetap mengimbau ke masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan yang ketat. “Jangan kendor dalam menerapkan prokes, di mana pun kita berada jangan lupa memakai masker, ini yang utama,” tukasnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul