Ekonomi & Bisnis

Akan Banyak TKA di Indonesia akibat Keterbukaan Pasar Tenaga Kerja

ILUSTRASI. Tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Indonesia. (istimewa)

batampos.id – Negara-negara akan membuka pasar kerja mereka dengan merekrut tenaga kerja asing demi peningkatan kualitas. Ini terjadi dengan adanya keterbukaan pasar tenaga kerja dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengingatkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dilakukan untuk melalui tantangan tersebut. Jika tidak, khawatirnya pekerja Indonesia tidak mendapatkan tempat di dalam negeri karena kualitasnya yang masih rendah.

“Keterampilan dan kita harus memiliki juga kemampuan untuk menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja, tidak lama lagi nanti segala sesuatu yang selama ini menjadi domain di Indonesia terkait pasar tenaga kerja nanti akan terbuka,” jelasnya dalam webinar Riset untuk Merah Putih, Rabu (18/8).

Eddy berpesan, tidak perlu kaget apabila mulai berdatangan tenaga kerja asing di Indonesia. Untuk itu, perlu antisipasi lebih lanjut agar generasi muda nantinya tidak kalah saing di dalam negeri sendiri.

“Kita nanti akan memiliki dokter asing yang beroperasi secara leluasa, kita memiliki arsitek-arsitek asing yang bisa masuk ke Indonesia secara leluasa, kita memiliki tenaga-tenaga di bidang riset yang bisa masuk Indonesia secara leluasa. Nah, ini yang harus kita antisipasi agar sumber daya manusia kita tidak ketinggalan,” ucap Eddy.

BACA JUGA: Dari Bintan ke Tambelan Wajib Tes Swab PCR, Sangat Memberatkan Warga 

Sebenarnya, Indonesia sendiri memiliki modal utama untuk meningkatkan kualitasnya, yakni dengan bonus demografi. Jika peningkatan SDM tidak dilakukan dengan baik dan kalah saing dengan tenaga asing, ini akan menjadi bencana demografi.

“Indonesia sesungguhnya kita memiliki modal utama yang besar sekali, pertama kita memiliki bonus demografi,” tuturnya.

“Kita punya karakter manusia Indonesia yang sesungguhnya haus belajar, cerdas mencerna ilmu eksakta ini mungkin saya hanya orang India orang Indonesia itu memiliki kurikulum eksakta yang relatif lebih tinggi di negeri sendiri, ilmu kita relatif sangat tinggi, terutama matematika,” pungkasnya. (*)

Reporter: JPG Group
batampos.id –