headline

Rumah Sakit makin Lapang

Kasus Covid-19 di Batam Terus Menurun

Petugas melakukan pemeriksaan dokumen syarat penerbangan kepada calon penumpang di pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (14/8). Dinkes Provinsi Kepri sudah mematok tarif RT-PCR sebesar Rp 525 ribu.(Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Perkembangan kasus Covid-19 di Batam semakin menggembirakan. Jumlah pasien yang dirawat turun menjadi 600-an orang dalam sehari. Sebelumnya, jumlah pasien yang dirawat mencapai angka tiga ribu orang. Kondisi ini membuat Bed Occupancy Rate (BOR) untuk ICU dan ruang isolasi semakin lapang.

”Alhamdulillah, sekarang BOR sudah jauh lebih baik. Kalau dulu keterisian mencapai 80 persen, sekarang hanya 18 persen saja,” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Rabu (18/8).

Amsakar mengatakan, kondisi ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan (protkes). Penerapan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas) ini sangat berdampak terhadap pengendalian Covid-19. Ia berharap jumlah pasien yang dirawat semakin turun, dan kasus terus melandai. Sehingga di sisa tahun 2021 ini, Batam bisa pulih dan segera bangkit dari pandemi Covid-19.

”Yang dirawat saat ini bisa segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga. Tetap jaga diri meskipun ada pelonggaran aturan. Kalau tidak patuh, aturan ini bisa saja naik ke level yang lebih dari sekarang, dan kalau itu terjadi saya rasa yang rugi bukan saja perorangan melainkan masyarakat Batam sepenuhnya,” tegasnya.

Dengan perkembangan kasus Covid-19 saat ini, menurutnya, dapat memberikan semangat baru. Apalagi, hingga 17 Agutus 2021, jumlah kasus aktif atau pasien yang sedang dalam perawatan turun cukup drastis. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Covid-19 Batam mencatat kasus aktif mencapai 787 orang. Padahal, beberapa waktu sebelumnya, kasus aktif sempat mencapai angka 3 ribu lebih.

Selain itu, dari jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dibandingkan dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, menurut Amsakar, sudah berbeda dua kali lipat. Dimana pasien sembuh tercatat 171 orang, sedangkan pasien terkonfirmasi tercatat 89 orang. “Ini menandakan bahwa semakin hari perkembangan Covid di Batam ini semakin baik,” katanya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa masyarakat Batam jangan sampai lengah dan tetap menerapkan protkes. Karena hal itu menjadi cara tepat menangani pandemi Covid-19. “Itu salah satu cara terbaik untuk berbuat kepada republik ini. Saya mengimbau seluruh warga Batam, ayo kita bersatu padu mengendalikan penyebaran,” ucapnya.

Penurunan kasus Covid-19 di Batam juga dibenarkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam. Hingga kemarin, angka kesembuhan pasien Covid-19 sebesar 94,373 persen atau sebanyak 23.716 orang. Jumlah itu bertambah 170 orang dari hari sebelumnya. Sementara total pasien Covid-19 sebanyak 25.130, atau naik 42 orang dibanding satu hari sebelumnya. Kemudian yang menjalani perawatan di rumah sakit 207 orang, dirawat di Asrama Haji Batam 81 orang dan 361 orang menjalani isolasi mandiri.

”Kasus aktif Covid-19 terus menurun. Saat ini angkanya 649 orang atau di angka 2,583 persen,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Satuan Tugas Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.

Didi merinci, sebanyak 42 kasus positif sepanjang 24 jam terkahir terdiri dari 24 kasus konfirmasi bergejala, 17 kasus tanpa gejala, dan satu kasus terkonfirmasi kontak.

Didi juga menyebutkan, kasus Covid-19 di Batam telah melandai. ”Meski kasus telah melandai, kita mengajak semua pihak tetap waspada dan tetap menerapkan 5M,” imbaunya.

29.336 Warga Sudah Dites Antigen Massal

Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19 di Batam, Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga terus melakukan tracing dan testing dalam upaya pengendalian penyebaran virus Covid-19 di Kota Batam. Meskipun saat ini sudah berada di level 3, testing tetap dilakukan. Berdasarkan data sementara jumlah testing dari antigen massal berjumlah 29.336 orang, dimana 703 positif.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, upaya testing dimaksudkan untuk mengoptimalkan langkah pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19. Seperti diketahui sejak penerapan PPKM dari mikro, darurat, level 4, dan sekarang turun ke level 3 terlihat penurunan kasus cukup siginifikan.

”Meskipun dengan jumlah tenaga kesehatan yang terbatas dan sasaran yang cukup besar, setidaknya hasil ini menunjukkan langkah yang diambil menunjukkan hasil,” ujarnya, kemarin.

Testing yang dilakukan pada mereka kontak erat bisa mencegah penyebaran lebih dini. Meskipun tes antigen massal ini masih belum sempurna, namun pihaknya tetap berupaya menjalankan, dan berharap ada hasil yang baik dalam pengendalian Covid-19 di Kota Batam.

”Selagi tidak bertentangan dengan aturan, kami akan terus bergerak untuk menekan angka penyebaran. Selain penerapan 5M, kami juga meningkatkan angka testing ini,” terangnya.

Didi Kusmarjadi yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam menambahkan bahwa ada kebijakan dari Kementerian Kesehatan terkait yang mengatur dan tidak mewajibkan tes ulang kepada mereka yang positif dan isolasi mandiri (isoman).

”Memang ketentuannya seperti itu. Jadi, walaupun mereka positif dan sudah menjalani isoman minimal 10 hari, pasien tersebut dinyatakan sembuh dan tidak dilakukan tes ulang,” jelasnya.

Untuk menggesa pencapaiannya, pihaknya bahkan turun hingga ke polsek-polsek untuk menyelaraskan dengan kegiatan vaksinasi. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan capaian tes antigen massal, serta mendorong capaian testing di Batam ke angka yang lebih tinggi lagi, dan melebihi target nasional.

Berdasarkan target dari pusat, Kota Batam diminta melakukan testing sedikitnya 3.307 setiap harinya. Ini bisa menjaring warga yang sudah terpapar, namun tidak bergejala agar dapat diberikan penanganan sedini mungkin, serta bisa menekan angka penyebaran lebih cepat.

Selain itu, hal lain terkait harga pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam kini resmi ditetapkan sebesar Rp 525.000. Hal itu berlaku sejak pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran batas tarif tertinggi harga PCR.

Direktur RSBP Batam, Afdhalun Hakim, mengatakan, tarif harga pemeriksaan PCR di RSBP sudah turun Rp 525 ribu. ”Prinsipnya kita mengikuti arahan pemerintah, karena kita juga rumah sakit pemerintah, itu segera kita tindaklanjuti,” ujar Afdhalun, kemarin.

Terhitung sejak pemberlakuan harga batas tarif RT PCR, pihaknya mulai melakukan penyesuaian. Penurunan tarif RT PCR tentu saja akan memberikan kemudahan dan keringanan bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan PCR. ”Sudah mulai penyesuaian, besok atau lusa baru mulai efektif,” ucapnya.

Sejauh ini sampel yang menjalani pemeriksaan di RSBP dapat terlayani tanpa harus mengantre lama. Hal ini dikarenakan RSBP Batam telah menambah satu unit alat pemeriksaan sampel PCR. Dengan begitu, RSBP miliki dua alat pemeriksaan hasil PCR. ”Satu hari sudah keluar hasil, semua sudah terlayani dengan cepat. Warga tidak perlu panik dan takut,” tuturnya.

Dokter spesialis jantung ini pun mengimbau agar masyarakat jangan lengah terhadap penerapan protkes. Meskipun kasusnya sudah mulai melandai, penerapan protkes yang ketat wajib untuk dilakukan. ”Makanya jangan lengah, dan tetap disiplin protkes, itu saja,” tegasnya. (*)

Reporter : YULITAVIA
RENGGA YULIANDRA
YULITAVIA
Editor : MOHAMMAD TAHANG