Nasional

Ismail Sabri Raih Dukungan Mayoritas

Berpeluang Besar Jadi PM ke-9 Malaysia

MANTAN Wakil Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob (kanan) melambaikan tangan saat meninggalkan markas partai United Malays National Organization (UMNO) untuk bertemu dengan Raja Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah di Kuala Lumpur pada 19 Agustus 2021. F. ARIF KARTONO/AFP)

batampos.id – Kuala Lumpur (BP) Ismail Sabri Yaakob berpeluang besar menjadi Perdana Menteri (PM) Malaysia menggantikan Muhyiddin Yassin. Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah memang belum memutuskan secara resmi. Tapi Wakil Presiden Partai UMNO itu dikabarkan meraih dukungan terbanyak. Jumlahnya mencapai 114 suara. Untuk menjadi PM, dia minimal butuh 111 suara.

Kemarin Yang Dipertuan Agong ke-16 itu memanggil legislator yang mendukung Ismail sebagai kandidat PM. Mereka ditanyai satu per satu terkait dukungannya.

’’Dalam pertemuan itu anggota parlemen menyebutkan nama dan dari daerah pemilihan mana serta menyatakan bahwa dukungan mereka bersifat sukarela dan tanpa paksaan,’’ tegas Sekjen UMNO Ahmad Maslan seperti dikutip Malaysia Mail.

Dia menegaskan tidak ada pembahasan tentang susunan kabinet dan siapa saja yang mungkin ada di dalamnya.

Dengan jumlah dukungan tersebut, artinya semua anggota koalisi Perikatan Nasional (PN) bersatu mendukung Sabri. Hal itu diakui oleh Muhyiddin. Menurutnya dia tidak ingin menjalankan politik balas dendam.

Kekuasaan Muhyiddin memang runtuh gara-gara UMNO menarik dukungan. Meski begitu, dukungan untuk Ismail juga bersyarat. ’’Dia harus memastikan bahwa kabinetnya terdiri dari orang-orang yang berintegritas, dapat dipercaya serta bebas dari tuntutan pidana di pengadilan,’’ tegas PM sementara itu.

Beberapa tokoh UMNO memang tersandung skandal korupsi 1MDB. Itu yang membuat kekuasaan mereka runtuh dalam pemilu 2018 lalu. Salah satu dalang utama skandal itu adalah mantan PM Najib Razak.

Dia kini masih menjabat sebagai legislator Malaysia. Proses hukum persidangan kasus korupsi Najib masih berjalan. Total dia dijerat dengan 42 dakwaan kriminal mulai korupsi, penyalahgunaan kekuasaan hingga pencucian uang.

Terlepas dari syarat dukungan tersebut, penunjukkan Ismail tetap saja akan dilihat sebagai kebangkitan UMNO. Partai tersebut memimpin Malaysia sejak merdeka dari Inggris pada 1957-2018. Terpilihnya Ismail juga berarti bahwa koalisi PN tetap berkuasa.
Pengamat Politik dari Singapore Institute of International Affairs Ei Sun Oh pesimis terpilihnya Ismail akan diterima penduduk Malaysia. Sebab artinya tongkat kepemimpinan masih dipegang PN, hanya beralih dari Muhyiddin ke Ismail.

”Di era Muhyiddin, Ismail sempat menjabat Menteri Pertahanan dan Wakil PM.
Penduduk yang menginginkan perubahan pada pemilu 2018 tidak akan menyukai penunjukkannya (Ismail, Red) dan itu akan menjadi penunjukkan (PM) tanpa melalui pemilu. Jadi polarisasi bakal terus berlanjut,’’ ujar Pakar Politik Malaysia dari University of Nottingham Bridget Welsh seperti dikutip Agence France-Presse.

Ismail adalah pengacara dan sempat duduk di posisi menteri beberapa kali ketika UMNO berkuasa. Dia berulang kali membuat pernyataan yang kontroversial. Misalnya pada 2015 lalu dia mendesak konsumen Melayu untuk memboikot bisnis orang Tionghoa. Dia juga dikecam karena mendukung industri vape. Padahal kementerian kesehatan sudah memperingatkan dampak buruknya. Jika Ismail terpilih, Anwar Ibrahim sekali lagi gagal menduduki kursi PM.

Koalisi Pakatan Harapan hanya memiliki 88 kursi. Bahkan ketika semua partai oposisi bergabung, Anwar kemungkinan besar hanya memiliki 105 dukungan saja. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO