Karimun

Kapolres Karimun Bantu dan Hibur Bayi Penderita Jantung Bocor

Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano menyerahkan bantuan kepada ibunda Rahmat yang mengalami jantung bocor. f.ist

batampos.id- Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano bersama Sat Binmas, Jumat (20/8) mendatangi kediaman pasangan suami istri Johari dan Tiwi Anggreni yang tinggal di Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing. Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres Karimun ini untuk menyampaikan bantuan sembako dan juga tali asih.

BACA JUGA: Rayakan HUT ke 75 TNI, Kapolres Karimun Kunjungi Koramil Balai Kota

”Kedatangan kita ke rumah warga di Pamak, yakni pasangan Johari dan Tiwi Anggreni karena mendengar dan mendapatkan laporan dari tokoh masyarakat di daerah sini. Yakni, buah hati atau anak dari pasangan suami istri ini, Rahmat yang baryu berusia 5 bulan sedang sakit,” ujar Kapolres Karimun,l AKBP Tony Pantano didampingi Kasat inmas, AKP BT Nasution .

Sehingga, lanjutnya, mengetahui hal ini Polres Karimun melaksanakan bhakti sosial sekaligus sebagai bentuk kepedualian sesama manusia menemui langsung pihak keluarga. Dan, diketahui bayi berusia 5 bulan tersbeut sedang menderita jantung bocor sejak lahir. Ditambah lagi, penyakit penyempitan paru. Orang tua sudah sering keluar masuk rumah sakit untuk mengobati anaknya.

”Bahkan, saat ini bayi tersebut harus dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini dan banyak warga yang terdampak, maka Polri yang memiliki tugas pokok melayani, melindugi dan mengayomi memberikan bantuan sembako dan juga tali asih. Meski tidak besar, diharapkan bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan keluarga. Selain itu, program bhakti sosial Jumat juga akan terus kita lakukan. Khususnya, untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19,” jelasnya.

Dikatakan Kapolres, dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir dan untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19, bisa datang langsung ke Gerai Vaksin Presisi yang dilaknsakan di Polres Karimun. Bagi masyarakat yang elum menerima suntikan vaksin bisa datang dan membawa identitas. (*)

Reporter: Sandi
editor: tunggul