Nasional

Menunggu Progres Travel Bubble

Sektor Pariwisata Batam Tetap Siap

Kadis Parawisata Batam Ardiwinata. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Wacana travel bubble antara Indonesia dan Singapura yang sempat digagas beberapa waktu lalu, tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Meski sudah ada penurunan kasus positif Covid-19 dan cakupan vaksinasi yang sudah mencapai 70 persen lebih, belum ada pembicaraan lanjutan dari tingkat atas, mengenai kapan pemberlakuan travel bubble.

”Belum ada progres lebih lanjut mengenai travel bubble. Kita masih menunggu dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri, karena sifatnya sudah government to government (G to G),” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, Kamis (19/8).

Menurut Ardi, Batam sudah siap menerima kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura. ”Travel bubble tentu ada indikator-indikator pelaksanaannya. Sekarang kondisi Batam jauh lebih baik, kasus positif Covid-19 sudah melandai, cakupan vaksinasi juga sudah. Kalau Batam ya siap saja,” tambahnya.

Ia berharap, pembicaraan mengenai travel bubble bisa segera digelar, karena industri pariwisata di Batam sangat bertumpu dengan kedatangan wisman, agar bisa bangkit kembali. ”Kita sama dengan Singapura sudah bisa kendalikan. Bahkan mal sudah bisa kembali buka, sehingga ekonomi pun bisa berputar,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, mendesak agar travel bubble dibuka, dengan semakin terpuruknya sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

”Pemerintah Indonesia harus bisa meyakinkan pemerintah Singapura bahwa untuk wilayah tertentu di Kepri seperti Lagoi – Bintan dan Nongsa – Batam sudah relatif aman untuk dikunjungi oleh wisatawan dari Singapura. Tingkat vaksinasi yang sudah mencapai 70 persen di Kepri juga bisa dijadikan indikator bahwa Kepri sudah relatif aman dikunjungi oleh wisatawan,” paparnya.

Tapi, lanjut Rafki, tentunya pemerintah dan masyarakat Kepri harus benar-benar bisa menjaga kondisi penularan Covid-19 yang terkendali. Jangan sampai seperti waktu kemarin ketika travel bubble sudah akan dibuka, tiba tiba terjadi lonjakan kasus penularan Covid-19 sehingga batal dibuka.

”Bedanya dengan yang kemarin adalah saat ini vaksinasi di Kepri sudah tinggi, sehingga logikanya akan relatif lebih mudah mengendalikan penularan Covid-19 dibandingkan kemarin. Pembukaan travel bubble ini sangat dinanti pelaku usaha pariwisata sehingga haruslah disegerakan untuk menyelamatkan sektor pariwisata Kepri,” jelasnya.

Sementara itu, perjalanan wisata ke Malaysia dan Singapura maupun perjalanan wisata ke Batam hingga saat ini belum dibuka. Akibatnya, aktivitas di pelabuhan internasional sangat sepi. Perjalanan ke Malaysia dan Singapura saat ini masih dibatasi untuk perjalanan diplomat maupun pemegang visa khusus.

Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Infokim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Tessa Harumdila, mengatakan, tidak adanya perjalanan wisata ke Singapura dan Malaysia maupun sebaliknya akibat adanya kebijakan pembatasan yang dilakukan oleh kedua negara, sebagai upaya dalam pengendalian penularan Covid.

”Untuk perjalanan wisata ke Batam maupun perjalanan wisata tujuan Singapura dan Malaysia belum ada,” ujar Tessa.

Selama ini sejumlah pintu masuk dari Malaysia dan Singapura hanya melayani pemulangan WNI dari kedua negara tersebut. Sementara untuk tujuan wisata ke Malaysia dan Singapura, sudah tidak ada lagi. Sebab, perkembangan Covid-19 yang belum mereda menjadi alasan masyarakat menunda perjalanan keluar.

”Kalau yang pergi hanya untuk orang yang mempunyai keperluan penting atau ada urusan pemerintah dan syaratnya sudah ditentukan,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya memberikan layanan perpanjangan izin tinggal secara online bagi WNA yang belum bisa pulang ke negaranya melalui Singapura maupun Malaysia. ”Untuk pelayanan izin tinggal bagi orang asing, kami buka secara online, sehingga tidak ada lagi orang asing atau penjamin yang datang ke kantor Imigrasi,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pelayanan keimigrasian secara online ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai dengan arahan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam.

”Bagi masyarakat yang memerlukan konsultasi layanan izin tinggal dapat menghubungi di nomor +62811 7777 430 dan untuk pelayanan paspor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bisa menghubungi +62813 6470 0070,” katanya. (*)

Reporter : RIFKI SETIAWAN
EGGI IDRIANSYAH
Editor : MOHAMMAD TAHANG