Covid-19

Presiden Jokowi Ingatkan soal Anggaran, Isoter, dan Masker

Pesawat kepresidenan yang baru dicat ulang membawa Presiden Jokowi ke Kabupaten Madiun, Jawa Timur. (WS HENDRO FOR JAWA POS)

batampos.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung serapan anggaran Jawa Timur (Jatim) yang belum mencapai 50 persen hingga Agustus ini. Dia meminta belanja modal, barang, gaji, honor, dan lainnya agar dipercepat penyerapannya.

”Agar uang yang beredar di masyarakat semakin baik dan memicu pertumbuhan ekonomi di kabupaten atau kota maupun provinsi,” ungkap Jokowi di hadapan para kepala daerah se-Jatim di Pendapa Ronggo Djumeno, Kabupaten Madiun, kemarin (19/8).

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan laporan terkini penanganan Covid-19 sebelum dan selama PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) berlangsung. Ada tren penurunan.

Khofifah membandingkan data sejak PPKM diterapkan pada 3 Juli lalu. Item yang dilaporkan, antara lain, bed occupancy rate (BOR) serta testing dan tracing. Data per 18 Agustus, BOR ICU untuk Covid-19 yang semula 79 persen turun menjadi 59 persen. Lalu, BOR isolasi yang semula 81 persen turun menjadi 42 persen. Angka tersebut sudah sesuai dengan standar WHO yang persentasenya di angka 60 persen.

BOR di rumah sakit lapangan yang semula 69 persen juga turun menjadi 30 persen. Adapun BOR rumah karantina turun dari 50 persen menjadi 22 persen. Khofifah mengungkapkan, tren penurunan itu menunjukkan Covid-19 di Jatim mulai landai. ”Tapi, kami tidak lengah, tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Persentase tracing juga naik. Semula persentase tracing dan testing hanya 1,2 persen. Kini naik menjadi 9,4 persen. Mantan menteri sosial itu mengungkapkan, pelaksanaan tracing dikuatkan tim dari Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya.

Tes PCR di Jatim, lanjut Khofifah, juga sudah di atas standar WHO, yaitu 40.479 tes per minggu. Seminggu terakhir, testing di Jatim mencapai 74.245 kali.

Saat ini juga banyak daerah yang mengalami penurunan level. Di awal, daerah yang masuk kategori level 4 sebanyak 30 kabupaten. Kini tinggal 17 kabupaten. Lalu, daerah dengan kategori level 3 menjadi 20 kabupaten.

Adapun daerah yang masuk kategori level 2 hanya satu, yakni Sampang. ”Kami melaporkan bahwa penerapan PPKM berlevel terbukti efektif menurunkan angka persebaran Covid-19,” ungkapnya.

Rate of transmission atau tingkat persebaran virus Covid-19 di Jawa Timur pada data 18 Agustus berada di angkat 0,45. Posisi tersebut di bawah angka 1 atau maksimal batas normal sesuai standar WHO. Posisi tersebut, kata Khofifah, semakin menguatkan bahwa persebaran virus Covid-19 semakin terkendali.

Jokowi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gang Kampung Pesilat, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. (LAILY RACHEV/SETPRES)

Cakupan vaksinasi dosis pertama juga mencapai 8,42 juta orang. Jumlah tersebut setara dengan 26,46 persen. Lalu, dosis kedua mencapai 4,53 juta orang atau setara 14,26 persen.

Khofifah menyampaikan pula permohonan kepada Presiden Joko Widodo terkait tempat menyimpan vaksin. ”Kami membutuhkan gedung cold storage dengan kapasitas besar di Dinas Kesehatan Jatim, mohon bantuannya,” ucapnya.

Jokowi menitipkan tiga hal penting terkait pandemi di Jatim selain serapan anggaran. Pertama, tentang isolasi terpusat (isoter). Dia mengatakan, salah satu penyebab tingginya kasus kematian adalah keterlambatan membawa pasien Covid-19 dari isolasi mandiri (isoman) ke isoter. Potensi kematian juga akan lebih tinggi jika dibandingkan komorbid.

Percepatan vaksinasi menjadi hal kedua yang ditekankan Jokowi. Dia berharap kabupaten maupun kota sat set wat wet menyuntikkan vaksin. Kalau habis, lanjut Jokowi, segera minta lagi.

Satu hal lagi adalah obat-obatan. Dia tidak ingin obat untuk pasien Covid-19 terlambat. Pemberian obat harus segera menyusul ketika pasien masuk isoter. ”Tiga hal ini kalau kita kerjakan, insya Allah akan semakin turun kasus (Covid-19) di Jatim,” tutur Jokowi seperti dilansir Jawa Pos Radar Madiun.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Madiun kemarin, presiden juga memantau langsung vaksinasi pelajar di SMPN 3 Mejayan. Juga, vaksinasi dari rumah ke rumah di Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan.Di SMPN 3 Mejayan, Jokowi didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Madiun Ahmad Dawami. Mantan gubernur Jakarta itu mengungkapkan, pembelajaran tatap muka (PTM) dapat dilaksanakan jika siswa tervaksin. Itu merujuk SKB 4 menteri terkait PTM.

Namun, Jokowi meminta pelajar tetap berhati-hati. Sebab, varian baru hasil mutasi virus korona lebih cepat menular. ”Jangan sampai setelah PTM dibuka, ada yang terpapar. Harus pakai masker,” katanya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim