Bintan-Pinang

Scan Bukti PCR dan Antigen di Bandara RHF mulai Berlaku

Suasana di Bandara RHF Tanjungpinang belum lama ini. F. Peri Irawan

batampos.id- Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang siapkan lima alat scan barcode Aplikasi Pedulilindungi untuk PCR atau Test Rapid Antigen bagi calon penumpang pesawat. Peralihan ke sistem digital untuk pemeriksaan syarat perjalanan itu mulai efektif dilaksanakan di semua bandara di Indonesia atas arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

BACA JUGA: Aplikasi PeduliLindungi, Upaya Pemerintah Mengendalikan Laju Covid-19

Eksekutif General Manager (EGM) RHF Tanjungpinang, Ngatimin K Murtono menjelaskan sebenarnya sejak awal Agustus 2021 pihaknya sudah siap menerapkan sistem digital untuk pemeriksaan PCR atau antigen untuk calon penumpang, cuma belum bisa dilaksanakan karena pihak rumah sakit belum siap karena kekurangan tenaga untuk menginput data orang yang diperiksa ke aplikasi.

“Kita memang sudah ready duluan, kita sudah siap sejak lama, ada lima ada barcode scaner,” kata Ngatimin akrab disapa Armin, Minggu (22/8).

Namun bagi calon penumpang pesawat yang sudah melakukan pemeriksaan di tempat yang sudah terkoneksi aplikasi namum tidak terbaca saat scanner akan dilakukan verifikasi manual oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang.

“Jika belum terkoneksi ke Pedulilindung maka akan keluar pemberitahuan belum layak terbang dan sebaliknya jika terdaftar maka akan ada pemberitahuan layak terbang, “paparnya.

Walaupun resmi diberlakukan mulai 23 Agustus 2021, kata Armin pemeriksaan secara manual tetap akan diberlakukan karena diprediksi akan terjadi kendala dengan aplikasi yang digunakan.

Pada keberangkatan Jumat (20/8) kemarin yang dinyatakan layak terbang oleh aplikasi hanya 76 orang dari total 121 calon penumpang, namun sisa sebanyak 45 orang diperiksa secara manual. ” Sisanya 45 bukan tidak boleh terbang, tapi diverifikasi secara manual, “paparnya.

Saat ini masih banyak catatan dalam penerapan kebijakan baru itu, baik dalam kesiapan aplikasi maupun penginputan sesegera mungkin oleh petugas. “Masyarakat tidak perlu khawatir, jika belum bisa secara digital, tetap akan dilayani secara manual,” tambahnya.

Meskipun beralih ke sistem digital, Armin mengimbau kepada calon penumpang agar tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) secara ketat, menggunakan masker dengan baik, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. “Kalau bisa gunakan masker dua lapis agar lebih aman,” imbaunya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul