Karimun

Zulkifli Berenang Tarik Bendera Merah Putih Arungi Perairan Tanjungbatu-Ungar, Karimun

Zulkifli Berenang sambil menarik bendera merah putih menyeberangi perairan Tanjungbatu-Alai

batampos.id- Setelah sebelumnya sukses gowes dua kali Tanjungbatu-Titik Nol, Sabang, Zulkifli, 53, bapak lima orang anak warga Tanjungbatu kembali beraksi, Sabtu (21/8). Zulkifli berenang sambil menarik bendera merah putih menyeberangi perairan Tanjungbatu-Alai Pulau Ungar sekitar 2 kilometer atau kurang dari satu mil.

BACA JUGA: Zulkifli, Dua Kali Gowes Sampai Titik Nol Kota Sabang, Aceh

Aksi Zulkifli berenang menarik bendera merah putih menyeberangi perairan Tanjungbatu-Alai dimulai pukul 13.00 Wib dari pelabuhan Tanjungbatu dan kembali lagi ke Tanjungbatu. Untuk berenang Tanjungnatu-Alai Zulkifli hanya butuh waktu 55 menit dikawal dengan boat pancung anaknya. Aksinya dilakukan dalam rangka merayakan HUT ke 76 RI.

“Alhamdulillah misi saya kesampaian berenang arungi perairan Tanjungbatu-Alai sambil menarik bendera merah putih. Aksi ini saya lakukan untuk merayakan HUT ke 76 RI,”terang Zulkifli.

Lebih lanjut dikatakan misi selanjutnya setelah covid 19 mereda Zulkifli akan gowes Tanjungbatu-Bali-Lombok dan pulau Jawa. Meskipun usianya bukan muda lagi namun Zulkifli tetap semangat setiap hari terus berlatih, naik sepeda, berenang dan lari di pantai. Ia juga sangat bersyukur kelima anaknya sudah hidup mandiri satu diantaranya buka bengkel sepeda di Tanjungbatu. Terimakasih atas dukungan dan bantuan bupati Karimun Aunur Rafiq, dinas, donatur serta orang yang memberi semangat.

Zulkifli Berenang sambil menarik bendera merah putih menyeberangi perairan Tanjungbatu-Alai

Zulkifli juga mengaku bangga dapat menyelesaikan misinya berenang sambil menarik bendera merah putih menyeberangi perairan Tanjungbatu-Alai berjalan dengan lancar dan sukses. Sebelum melakukan aksinya Zulkifli mengcek arus air laut serta periksa kesehatan. Setelah persiapan semua dilakukan Zulkifli dengan mengikatkan bendera merah putih dengan pelampung serta dikaitkan pada badan. (*)

Reporter: Imam Sukarno
editor: tunggul