Bintan-Pinang

Ibu Menyusui di Tanjungpinang Terima Vaksin Moderna

Salah seorang ibu menyusui menerima suntik vaksin moderna, Senin (23/8) . F. Peri Irawan

batampos.id– Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Provinsi Kepri bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) membuka layanan vaksinasi massal menggunakan vaksin moderna.

BACA JUGA: Asparnas Dukung Vaksinasi Masal Pelaku Pariwisata

Ketua DPD Asparnas Kepri, Mulyadi Tan menjelaskan pada kesempatan itu pihaknya mengutamakan ibu menyusui sebagai sasaran vaksinasi, tapi tidak menutup untuk umum sasaran yang berusia di atas 18 tahun. “Target hari ini kita sediakan kuota untuk 120 sasaran menggunakan vaksin moderna,” kata Mulyadi, Senin (23/8).

Dijelaskan Mulyadi alasannya mengutamakan ibu menyusui sebagai sasaran karena selama ini menurutnya ibu-ibu menyusui masih banyak yang ragu dan takut untuk divaksin. Pada kesempatan itu, kata Mulyadi ada 40 ibu menyusui yang mengikuti vaksinasi massal itu.

“Di sini kita mengedukasi kepada ibu menyusui bahwa vaksinasi itu aman dan halal. Di Indonesia ada tiga jenis vaksin untuk ibu menyusui dan hamil yang disetujui Kemenkes yaitu, Sinovac, Pfizer dan Moderna,” sebutnya.

Mulyadi mengingatkan kepada setiap peserta yang akan mengikuti vaksinasi untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak, tidak berdesakan, menggunakan masker dengan baik, mengikuti alur kegiatan sesuai arahan panitia.

Sementara itu, salah seorang ibu menyusui, Tri Pertiwi, 26, mengaku sudah 3 bulan pasca melahirkan ingin mengikuti vaksinasi. Menurutnya vaksinasi itu memang diperlukan untuk membentuk kekebalan tubuh sehingga harus diikuti. “Saya memang sudah menunggu sejak lama, walaupun janis vaksinnya yang lain saya akan tetap ikut,” tuturnya.

Senada disampaikan Fitri, 24, mengakui bersedia divaksin karena memang aturan dari pemerintah, walaupun ada ketakutan awalnya tapi karena sudah menjadi kebijakan dirinya bersedia divaksin. “Ya berani ajalah karena aturan pemerintah. Belum ada rencana sebelumnya karena takut,” tambahnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul