Karimun

Sepi Pembeli Akibat Covid, Pedagang Akhirnya Tinggalkan Pasar Rakyat Sawang

kondisi gedung pasar rakyat Sawang kecamatan Kundur Barat tuutp karena tak ada aktivitas. f. imam

batampos.id-Revitalisasi pasar rakyat kelurahan Sawang, kecamatan Kundur Barat sudah rampung satu setengah tahun lalu. Sayangnya bangunan pasar yang memiliki delapan kios dan 32 lapak hingga saat ini belum ditempati. Pintu kios pasar terkunci rapat, serta puluhan lapak terlihat kosong tidak ada aktivitas.

BACA JUGA: BUMN Dukung Produk UMKM Masuk Pasar Mancanegara

Menanggapi tidak adanya aktivitas pasar camat Kundur Barat Murnizam saat dikonfirmasi mengaku prihatin dan sangat disayangkan. Lebih lanjut dikatakan jika sebelumnya aktivitas pasar ramai, kios dan lapak dipenuhi pedagang. Namun dalam beberapa bulan belakangan ini pedagang satu persatu tidak berjualan dengan alasan sepi.

“Iya kami dari pihak pemerintah kecamatan sudah berulang kali mengadakan pertemuan dengan pedagang. Tujuanya agar pedagang kembali menempati lapak dan kios pasar untuk berjualan,”terangnya.

Salah satu alasan pedagang karena kondisi pasar sepi terlebih masa pandemi covid 19 seperti sekarang ini. Sehingga pedagang merugi karena sepinya pembeli dan pedagang memilih berjualan di sejumlah kios maupun toko di pinggir jalan. Namun demikian kami terus berusaha agar pedagang menempati kios dan lapak di pasar.

Sebelumnya kepala unit perusda pasar Tanjungbatu selaku pengelola H.Maksum mengharapkan agar pedagang kembalikan beraktifitas dan berjualan di pasar Sawang. Kami dari pihak pengelola pasar menyambut baik jika pedagang secepatnya menempati kios dan lapak yang sudah ada.

Sebelumnya pemerintah telah merevitalisasi pasar rakyat Sawang
Kecamatan Kundur Barat dianggarkan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,4 Miliar APBN tahun 2019. Gedung pasar diresmikan Bupati Karimun Aunur Rafiq pertengahan Januari 2020. Sayangnya hingga kini gedung pasar kosong tidak ada aktivitas. (*)

Reporter: Imam Sukarno
editor: tunggul