Properti

Untuk Maksimalkan Ruangan Perbanyak Furnitur Compact

MULTIFUNGSI:
Meja makan yang bisa digunakan untuk empat orang. Jika sedang tidak digunakan, meja itu bisa dilipat menjadi console table yang lebih ringkas sehingga ruangan lebih luas. fOTO-FOTO: AYU SARITA SATARIANI FOR JAWA POS

batampos.id – Fungsi dan detail adalah dua hal yang menjadi concern utama Ayusarita Satariani dalam menata rumahnya di kawasan Jakarta Barat. Tidak heran jika rumah seluas 120 meter persegi itu dipenuhi dengan furnitur compact yang multifungsi.

Ririe –sapaan Ayusarita– menyadari bahwa huniannya tidak bisa diutak-atik dari segi arsitektur karena ketentuan developer perumahan. Sebagai gantinya, dia banyak bermain di interior. Menggandeng Monlou Design Studio sebagai desainer interior, Riri mencoba untuk mengakali agar rumah itu memiliki fungsi semaksimal mungkin dengan keterbatasan ruangan.

Salah satu caranya adalah memilih furnitur yang mencakup beragam fungsi sekaligus. Misalnya, kabinet TV di kamar tidur utama. Kamar itu hanya berukuran 3,5 x 5,5 meter. Namun, Ririe ingin memiliki walk in closet sekaligus space untuk merias diri. Karena itu, dibuatlah sebuah kabinet TV dengan sistem lift. TV bisa dimunculkan ke atas jika ingin digunakan, lalu disembunyikan ke dalam kabinet jika tidak sedang digunakan.

Kabinet itulah yang juga menjadi partisi antara walk in closet dan area tidur. Plus, bagian di dalamnya bisa sekaligus menjadi tempat persembunyian kabel-kabel dan ruang pe­nyimpanan barang.

’’Jadi lebih ringkas dan terkesan lebih lega,’’ kata Ririe kepada JPGROUP, beberapa waktu lalu. Di kamar utama itu pun, Ririe sebisanya menempatkan banyak storage.

’’Misalnya, lemari yang di-full-in sampai ke langit-langit supaya muat banyak,’’ katanya.

Masih di kamar utama, pemilihan meja rias pun dipertimbangkan dengan sangat matang hingga detail kecil. Ririe memutuskan menggunakan meja rias kustom yang bagian atasnya bisa dibuka-tutup. Jika dibuka, tutupnya berfungsi sebagai cermin.

Sedangkan bagian dalamnya digunakan untuk menyimpan alat-alat make-up.
Saat ditutup, meja itu pun terlihat clean dan bisa digunakan sebagai meja biasa.

’’Disiapkan juga tempat hair dryer dan catokan di situ, ditambah stopkontak juga tidak jauh dari situ agar memudahkan karena saya sering memakainya,’’ katanya.

Warna dan material kayu pada me­ja tersebut masih sesuai dengan nuansa putih-cokelat yang diusung di rumah Ririe. Furnitur compact juga diterapkan pada area publik. Misal­nya, ruang makan. Ririe menempatkan sebuah meja kayu yang bisa dilipat hingga menyerupai kabinet kecil. Set meja dan kursi itu cukup untuk empat orang. Jika meja tersebut dilipat, ruang makan pun terasa lapang sehingga bisa digunakan untuk banyak hal.

’’Sekarang belum ada anak, tapi nanti kalau ada pasti butuh ruangan untuk dia berjalan, berlarian, atau untuk menaruh playmate,’’ katanya.

BACA JUGA: Desain Interior Berdampak Sosial dan Sehat Menjadi Tren selama Pandemi

Area itu juga biasa dimanfaatkan Ririe untuk menggelar acara bersama keluarga besar. Ririe dan suami lebih suka makan berdua di island table dapur.

Nah, area dapur rumah Ririe itu juga menjadi salah satu spot paling menarik. Awalnya dapur tersebut berbentuk L. Namun, Ririe dan suami sepakat mengubahnya menjadi bentuk U agar lebih banyak ruang penyimpanan.

Ririe pun sangat detail mengelola space penyimpanan di dapur.

’’Ada tempat beras yang ukurannya disesuaikan sejak awal mendesain, terus ada tempat menyimpan bumbu. Jadi, waktu request ke desainer interior itu sudah dipikirkan space ini mau diisi apa aja,’’ tegasnya. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung