Bintan-Pinang

Terancam PHK, Akhirnya Supriyanto Melapor ke Polres Tanjungpinang, Terkait Kasus Dugaan Surat Palsu

Supriyanto didampingi pengacara hukum membuat laporan terkait dugan surat palsu yang mengakibatkan dirinya terancam PHK, Selasa( 24/8) . F. Peri Irawan

batampos.id- Supriyanto, Pegawai Kantor PT. Pos Indonesia Cabang Tanjungpinang didampingi pengacara hukum membuat pengaduan terkait dugaan surat palsu yang mengakibatkan dirinya terancam Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang.

BACA JUGA: Supriyanto Mengaku Tak Pernah jadi Narasumber Berita, Dituduh Sebar Informasi Internal Kantor, Pegawai PT Pos Terancam di PHK

Supriyanto melalui Kuasa Hukumnya, Ratna Zukhaira menjelaskan pihaknya sudah membuat pengaduan terkait dugaan pembuat surat palsu yang mengakibatkan kliennya terancam di PHK dari PT. Pos Indonesia Cabang Tanjungpinang.

“Klien saya sampai sekarang tidak ada menerima bukti apapun, karena ketika diminta beralasan sudah dikirim ke kantor regional 2 Padang, kita lapor agar buktinya kita pegang,”kata Ratna ditemui di Mapolres Tanjungpinang, Selasa(24/8)

Ratna menyampaikan dirinya ingin kliennya itu mendapatkan penegakan hukum yang jelas karena sudah bekerja selama 22 tahun dan sekarang mendapat ancaman di-PHK.

“Tadi kita konsultasi dan langsung membuat pengaduan. Barang bukti yang kita serahkan BAP internal yang menolak semua tuduhannya dan surat pernyataan itu, tidak lanjutnya kita serahkanlah kepada penegak hukum,”paparnya.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra membenarkan memang ada salah satu karyawan PT. Pos Indonesia cabang Tanjungpinang yang datang ke Satreskrim Polres Tanjungpinang. “Sudah kita diterima didampingi Kuasa Hukumnya untuk membuat pengaduan,” ujarnya

Rio menegaskan pengaduan itu terkait adanya dugaan surat palsu dan berkaitan dengan pemberitaan di salah satu media online bahwa pelapor menjadi korban fitnah, sehingga terancamnya di PHK.

“Pelapor merasa dirugikan dan pengaduannya diterima dan akan melakukan klarifikasi dan penyelidikan lebih lanjut, apakah ini ada unsur pidana atau tidak. Tentunya akan memeriksa saksi-saksi terkait,”paparnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul