Zetizen

ZETIZEN HIGHLIGHT – NDR 2021

Reporter: Diella Marfika Tama
Editor : Agnes Dhamayanti

Batampos.id –  Forum OSIS Nusantara telah melakukan rebranding atau pergantian nama menjadi Forum OSIS Nasional (FON). Dalam momen rebranding itu juga digelar event besar bernama NDR 2021 pada 08-10 Juli 2021 lalu.

”Adapun NDR ini ialah singkatan dari National Development Rebrand, yaitu sebuah program pengembangan SDM Muda Indonesia yang berfokus pada penyelesaian masalah di setiap daerah sekaligus mengasah pola pikir para pemuda-pemudi Indonesia dan juga mewadahi insiatifnya, ” Kata Ahmad Gading, Ketua Pelaksana NDR 2021.

Kegiatan NDR 2021 ini telah dilaksanakan secara daring yaitu via Zoom Meeting, streaming YouTube, dan grup WhatsApp. Pembagian kelompok partisipan dan jam materi disesuaikan berdasarkan waktu wilayah masing-masing partisipan, sehingga dapat mempermudah komunikasi serta interaksi para partisipan.

Partisipan NDR 2021

Adapun total keseluruhan partisipannya yaitu 1500 pendaftar, dengan 1000 orang yang bergabung via zoom meeting, dan sisanya bergabung melalui streaming YouTube di channel Forum OSIS Nusantara (FON). Syarat dan ketentuannya yaitu, pemuda/pemudi Indonesia berusia 13-18 tahun, aktif sebagai pelajar, dan berkomitmen mengikuti acara dengan baik. Kepanitiaannya terdiri dari anak-anak yang terdaftar dalam SK kepengurusan Forum OSIS Nasional.

”Tujuan diadakan event NDR ini agar anak-anak generasi muda di era ini tidak terfokus pada gadget. Apalagi di saat pandemi ini sangat bergantung pada teknologi. Perlu diketahui, teknologi saat ini mungkin dipenuhi oleh konten-konten yang berasal dari luar negeri, atau bahkan kalau dari negeri sendiripun kebanyakan ada konten negatifnya. Oleh karena itu, Forum OSIS Nasional (FON) menyediakan wadah agar bisa melatih anak-anak muda Indonesia untuk bisa membenahi diri dan lebih mencintai negaranya sendiri,” jelas Ahmad Gading lagi.

Tujuan diadakan event NDR ini tambah Ahmad, selain mencegah anak-anak muda menuju ke arah yang salah, mereka bisa lebih terarah dengan materi-materi yang diberikan, juga rasa nasionalisme semakin tumbuh karena rasa ingin memperbaiki permasalahan yang ada di negara ini. Yang kedua, karena Forum OSIS Nusantara ini kurang mencakup ke lingkup nasional, kami memutuskan untuk me-rebranding Forum OSIS Nusantara menjadi Forum OSIS Nasional, dan tentunya hal tersebut membutuhkan alur agar terlihat resmi. Oleh karena itu, kami mengadakan event National Development Rebrand 2021.

Kegiatan event NDR 2021 dimulai dari pembukaan, lalu sharing materi leadership, istirahat, pemberian materi permasalahan kelompok, materi critical thinking, about FON, game, Extra Session, dan penutupan.

Sesi presentasi kelompok

Pada hari ke-2 digelar diskusi kelompok. Dan hari ke-3, pembukaan, dokumenter Youth Developing, presentasi kelompok, penampilan seni nusantara, pengumuman pemenang, peresmian rebranding, sosialisasi kuliah dan beasiswa FON, dan terakhir penutupan.

Adapun materi permasalahan kelompok yang dibagi berdasarkan waktu wilayah masing-masing partisipan, yaitu diantaranya; WIB “Pemanfaatan bakat SDM muda”, WITA “Pemanfaatan kekayaan alam, dan WIT “Pemerataan pendidikan formal dan informal”.

Pembekalan materi critical thinking oleh narasumber Esther Natalia

Spesialnya, pada pembekalan materi disampaikan oleh 6 narasumber berbeda dengan materi yang berbeda juga. 6 narasumber itu ialah; Ranitya Nurlita (Founder Waste Solution Hub), Neas Wanimbo (Founder Hano Wene), Sultan Rivandi (Co-Founder Centennialz), Ferro Fezika (Presiden Direktur Id Next Leader), Esther Natalia (Founder & CEO Produktifkuy), dan Panji Aziz Pratama (Founder & Chairman Isbanban Foundation).

”Kita juga menyediakan wadah bagi partisipan Forum OSIS Daerah agar mereka bisa menampilkan pentas-pentas seninya, bakat-bakatnya, dan keunikan derahnya masing-masing yang dilaksanakan pada hari ketiga. Selain itu, mereka juga akan menjadi saksi bahwa Forum OSIS Nusantara melakukan rebranding atau pergantian nama menjadi Forum OSIS Nasional,” lanjutnya.

Tentunya, kegiatan yang dilaksanakan di era pandemi ini menjadi tantangan bagi para aktivis karena keterbatasan yang mengharuskan sebuah pertemuan dilakukan secara daring. ”Justru di era pandemi saat inilah yang menjadi tantangan bagi kami agar bisa membentuk kolerasi walau apapun keadaannya harus dilakukan secara daring. Namun karena kita sebagai anak aktivis/anak organisatoris, tentunya masing-masing kuantitas mempunyai rasa tanggung jawabnya tersendiri. Karena rasa tanggung jawab itulah mereka ingin ikut andil dalam menyukseskan event NDR ini dan sangat mudah diajak bekerjasama serta komunikatif. Alhamdulillah-nya, sejauh ini tidak ada halangan, tetapi ada sedikit kendala di jeda waktu saat berkomunikasi.” Kata Ahmad Gading sebagai akhir dari wawancara bersama Zetizen Batam ini.(*)