Karimun

BC Kepri Dukung Pemindahan Bisnis Pertamina dari Singapura ke Kepri

Pertemuan BC Kepri dengan manajemen Pertamina baru baru ini. f. dok BC

batampos.id – Pertamina berencana akan memindahkan kegiatan bisnisnya dari Singapura ke Kepri. Hal ini langsung mendapatkan dukungan dari Kanwil BC Kepri.

”BC Kepri sangat mendukung pemindahan bisnis Pertamina yang selama ini di Singapura berpindah Indonesia, tepatnya di Kepri. Karena, hal ini akan memberikan dampak ekonomi positif bagi Indonesia, khususnya Kepri. Kita sudah mengadakan pertemuan dengan Pertamina. Pertemuan tersebut tentunya membahas pemindahan proses bisnis Pertamina untuk penimbunan BBM jenis gasoline series 88, 90 dan 91 atau dengan oktan 88, 90, dan 91,” ujar Kepala Kanwil BC Kepri, Akhmad Rofiq, Rabu (25/8).

BACA JUGA: Sambut HUT RI ke-76, Pertamina Patra Niaga Region I Sumatera Bagikan Donasi dan 1.000 Sembako

Tentunya, kata Rofiq, BC Kepri mendukung pemindahan proses bisnis Pertamina dengan memberikan fasilitas kepabeanan. Fasilitas yang diberikan berupa penetapan sebagai pusat logistik berikat (PLB). Dan, saat ini sedang dilakukan kajian kelayakan terminal BBM di Tanjunguban agar dapat memperoleh fasilitas PLB. Karena, PLB merupakan fasilitas kepabeanan yang menawarkan berbagai macam fleksibiltas dalam kegiatan logistik.

”Diantara fleksibiltas tersebut adalah, status kepemilikan barang, jangka waktu timbun barang dapat mencapai 3 tahun atau lebih. Serta asal dan tujuan barang, baik impor, lokal dan ekspor. Keuntungan lainnya, seperti adanya kemudahan berupa penangguhan bea masuk, penangguhan pajak dan penangguhan izin impor ketika barang dimasukkan ke dalam PLB,” ungkapnya.

Jika rencana Pertamina ini jadi direalisasikan, minimal ada lima keuntungan yang diperoleh. Tidak hanya oleh pihak Pertamina, namun juga Indonesia secara luas. Keuntungan-keuntungan tersebut adalah perpindahan pontesi ekonomis sebesar USD 585 juta yang selama ini dinikmati Singapura. Kemudian, adanya penyerapan tambahan tenaga kerja pada terminal BBM Tanjung Uban, terdapat potensi penjualan ke luar negeri dan , adanya penghematan karena tidak lagi sewa kilang di Singapura. Dan, yang tidak kalah pentingnya akan meningkatnya ketahanan stok BBM nasional yang akan bertambah 3 hari. (*)

Reporter: Sandi
editor: tunggul