Metropolis

Khusus Pelajaran Praktik dan Sudah Mendapat Persetujuan Orang Tua, SMKN 2 Batam Sudah Belajar Tatap Muka

Proses belajar tatap muka di SMK 2

batampos.id- Belajar tatap muka sangat diharapkan segera diterapkan di sekolah. Khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki pembelajaran praktik untuk meningkatkan skill/keterampilan serta kompetensi para lulusannya.

BACA JUGA: Belajar Tatap Muka Boleh, Asal Seluruh Siswa Divaksin

Di SMKN 2 Batam, pembelajaran secara tatap muka telah dimulai sejak Senin (23/8) lalu. Salah satu khusus untuk mata pelajaran C3 atau praktik. Salah satunya praktik Pemanduan Wisata di Program Keahlian Usaha Perjalanan Wisata.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 2 Batam Herlina Kurnia yang juga merupakan salah satu guru mata pelajaran praktik Pemanduan Wisata menjelaskan bahwa siswa yang datang untuk Belajar Tatap Muka hanya bagi siswa yang mendapat persetujuan Orangtua atau Wali. Sedangkan siswa yang tidak mendapat izin tetap Belajar Daring.

“Setiap siswa membawa surat persetujuan tersebut yang ditandatangani di atas materai. Kemudian siswa satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok belajar dan dibagi menjadi 2 sesi dalam sehari,” ujarnya Rabu (Rabu (25/8).

Dijelaskannya, pembelajaran praktik tatap muka berlangsung selama tiga jam pelajaran, yakni 45 menit per jam pelajaran.

Siswa yang datang ke sekolah wajib melalui beberapa prosedur, diantaranya melewati pengecekan suhu di pos security atau pintu masuk, wajib memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta handsanitizer yang disiapkan oleh sekolah. Selain itu siswa diwajibkan membawa bekal makan dan minum masing-masing karena nantinya tidak ada jam istirahat tidak ada kantin yang dibuka.

“Siswa yang selesai belajar tatap muka dilarang berkumpul dan diharapkan untuk langsung pulang ke rumah,” bebernya. Herlina memaparkan bahwa prokesnya ketat, anak tidak boleh berdekatan dan tempat duduknya pun berjarak.

“Penerapan protokol kesehatan di SMKN 2 sangatlah ketat. Proses belajarnya kita di sana praktik tetapi anak tetap menjaga jarak. Petugas prokes mengukur suhu kemudian meminta untuk cuci tangan di tempat yang sudah disediakan di depan dan ada 30 titik tempat cuci tangan yang disediakan oleh sekolah,” ujar Herlina. Siswa juga diarahkan untuk mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas dan setelah keluar dari kelas praktik. (*)

Reporter : Rengga
editor: tunggul