Kepri

Menampung Aspirasi Warga, DPRD Kepri Menyebar ke Dapil

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kanwil Kumham Provinsi Kepri belum lama ini. F. Humas DPRD Kepri

batampos.id-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Provinsi Kepri sudah memulai tahapan reses ke II tahun 2021 untuk menjaring asprisasi di tengah-tengah masyarakat. Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mengingatkan masing-masing dewan untuk memperketat protokol kesehatan dalam setiap reses yang dilakukan. “Reses ke II Tahun 2021 ini masih dilaksanakan dalam kondisi yang prihatin, karena pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir,” ujar Jumaga Nadeak, Rabu (25/8) di Tanjungpinang.

BACA JUGA: Jaksa Usut Indikasi Korupsi Sekretariat DPRD Tanjungpinang

Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, tahapan reses sudah dimulai terhitung sejak 23 Agustus 2021 sampai 6 Sepetmber 2021 mendatang. Ia berharap, kegiatan diluar masa sidang ini benar-benar dioptimal oleh setiap wakil rakyat untuk menjaring aspirasi masyarakat disetiap Daerah Pemilihan (Dapil) di Provinsi Kepri. Menurutnya, dengan turun ke lapangan bisa melihat kondisi nyata apa yang terjadi.

“Reses harus dioptimalkan dengan tatap muka. Yang penting batasi jumlah dalam pertemuan, dan selalu perketat protokol kesehatan,” tegasnya.

Lebih lanjut katanya, memang tidak semua hasil reses bisa diakomodir. Namun nanti akan diseleksi mana yang masuk skala prioritas. Karena masukan-masukan dari masyarakat dan usulan masyarakat akan dibawa dalam pelaksaan Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrebang) Provinsi Kepri untuk tahun depan. Karena struktur APBD Kepri itu disusun dari tiga hal, pertama aspirasi kepala daerah, musrenbang, dan inisitiaf dewan.

“Setelah reses ini, kita akan segera dihadapkan pada pembahasan APBD murni Tahun Anggaran (TA) 2022 mendatang. Meskipun masih dalam kondisi pandemi, kita harus tetap semangat untuk turun menjemput aspirasi masyarakat,” tutup Jumaga.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Provinsi Kepri, Martin Maromon mengatakan, agenda tetap DPRD Provinsi Kepri dalam satu tahun dibagi menjadi 3 (tiga) masa persidangan. Dimana setiap masa persidangan terdiri dari masa sidang dan masa reses. Dimasa reses ini para anggota DPRD mendapatkan kesempatan mengumpulkan warga masyarakat atau konstituennya untuk menyerap informasi dan aspirasi warga yang diwakilinya.

“Reses ini adalah merupakan komunikasi dua arah antara legislatif dengan konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap masa reses.
Masa reses adalah masa kegiatan DPRD di luar kegiatan masa sidang dan di luar gedung,” ujar Martin Maromon menambahkan.

Mantan Kepala Biro Umum, Pemprov Kepri tersebut mejelaskan, masa reses mengikuti masa persidangan, yang dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun atau 14 kali reses dalam periode 5 tahun masa jabatan DPRD. Lebih lanjut katanya, masa reses merupakan masa dimana para Anggota Dewan bekerja di luar gedung DPRD, menjumpai konstituen di daerah pemilihannya (Dapil) masing-masing. Pelaksanaan tugas Anggota Dewan di dapil dalam rangka menjaring, menampung aspirasi konstituen.

“Tujuan reses adalah menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan,” jelas pria yang pernah duduk sebagai Kabag Protokol Pemko Batam tersebut.(*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul